Ads (728x90)


postviews postviews postviews

Dilihat kali

Gadis korban budak seks ayah kandung.(Fhoto : Istimewa)
BALI, Realitasnews.com - Seorang gadis berumur 16 tahun berinisial PT dijadikan budak napsu oleh ayah kandungnya sendiri JML selama 6 tahun, sejak ia tamat Sekolah Dasar (SD).

PT  ditemukan telantar di Bali, dan diserahkan ke Dinas Sosial Karangasem oleh polisi Polsek Manggis , dari Dinas Sosial diserahkan untuk ditampung di Shelter untuk mendapat perlindungan.

PT bersama ayahnya JML sebulan yang lalu dari Sumbawa, BTB datang ke Bali untuk berobat, Ia tinggal satu kost dengan ayahnya  di desa Manggis Karangasem, Bali. Selama di Bali PT dilarang ayahnya untuk keluar rumah ia hanya dijadikan untuk melayani napsu bejat ayahnya.

Mereka ke Bali untuk berobat, menurut keterangan dukun di Sumbawa, NTB ayahnya hanya bisa diobati oleh dukun di Bali.

Saat ayahnya, JML pergi sendiri ke dukun untuk berobat, PT kabur dari kamr kost kostan mereka.

Menurut ketua KPPA, Bali, Ni Nyoman Suparni seperti dilansir merdeka.com,Kamis (1/9/2016)   PT yang asal Gambirono, Jember, Jawa Timur, kondisi PT  terlihat sangat stres dan selalu ingin bunuh diri untuk mengakhiri hidupnya.

Diakuinya pula, gadis tersebut mengalami trauma berat dan di tubuhnya terdapat sejumlah bekas luka, mungkin bekas penganiayaan. Terkait kasus ini, pihaknya berencana akan menindaklanjuti untuk meneruskan laporan hingga ke Polda Bali.

Sejak ibu kandungnya meninggal, kata PT melalui Suparni  dia tinggal berdua dengan ayah kandungya di sebuah masjid di Gambirono, Jember. Saat itu ayah kandung JML (56) sebagai tukang bersih-bersih masjid.

Saat itu usia PT masih 10 tahun, saat tamat SD dirinya diajak JML pindah ke Sumbawa, NTB, dan tinggal di Desa Empang. Di sana ayahnya JML bekerja di tambak udang.

Bukannya dilanjutkan sekolahnya ke jenjang tingkat SMP, PT malah dijadikan budak napsu ayahnya sejak saat itu.

"Saya ditiduri bapak seringnya pada malam hari setelah bapak pulang dari kerja. Kalau saya tidak mau melayani saya akan dipukul dan disiksa," ungkapnya melalui Suparni, Rabu (31/8/2016).

Diingatnya saat itu dirinya berumur 11 tahun dan hingga sampai di desa Manggis Karangasem Bali, masih kerap disetubuhi. Syukurlah PT berhasil kabur dan diselamatkan seorang anggota Polisi untuk selanjutnya di bawa ke pos Polsek Manggis.

"Dia pernah menolak dan teriak, tetapi di desa itu siapa yang dengar. Sejak dia dipukuli dan ibu jarinya patah serta badannya disiram air panas, anak ini membiarkan ayahnya menyetubuhi," tuturnya.

Katanya, ke Bali dalam rangka berobat. Karena petunjuk orang pintar di Sumbawa kalau ayahnya yang kini sakit sakitan hanya bisa disembuhkan oleh orang Bali. Merekapun ke salah satu dukun di Antiga, Manggis, Karangasem. (merdeka.com)

Editor : Lamra