ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Walau Air PDAM Tirta Silau Piasa Tidak Mengalir Ke Rumah, Warga Tetap Bayar Tagihan Air

kode 5


ASAHAN, Realitasnews.com – Pelayanan air bersih yang dikelola PDAM Tirta Silau Piasa sejak bulan  Oktober 2017 lalu hingga saat ini terganggu akibatnya warga jalan WR Supratman gang Lestari, Kisaran, Asahan sangat resah lantaran mereka tidak menikmati pasokan air bersih.

Ironisnya walau pasokan air bersih tidak mengalir ke rumah warga mereka setiap bulan membayar uang tagihan air.

“Air kami tidak jalan mas sejak bulan Oktober lalu tetapi kami tetap membayar uang tagihan air,” kata Rina Simaremare warga WR Supratman  gang Lestari Kisaran saat ditemui di rumahnya pada Selasa (16/1/2018).

Ia mengatakan air PDAM Tirta Silau Piasa tidak mengalir ke pemukiman mereka sejak bulan Oktober lalu tetapi setiap bulan ia tetap membayar tagihan air.

Ia mengatakan sudah tiga bulan yang lalu menghubungi pihak PDAM Tirta Silau Piasa namun hingga saat ini tidak ada tanggapan.

“Sudah tiga bulan mas sejak bulan Oktober, November dan bulan Desember kemarin air tidak mengalir ke rumah kami tapi pihak PDAM tidak datang memperbaikinya,” katanya.

Ia bersama warga lainnya berharap agar pihak PDAM Tirta Silau segera turun ke pemukiman mereka untuk memperbaiki agar air bersih dapat mengalir ke rumah mereka.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Silau Piasa melalui bidang pengaduan pelayanan ketika dikonfirmasi tentang masalah ini mengatakan akan menindak lanjuti laporan dari warga dan mengatakan akan segera mengirim petugas kelapangan untuk mengecek kondisi air di daerah tersebut namun hingga berita ini diungah petugas PDAM Tirta Silau Piasa belum ada yang datang untuk memperbaikinya.

 (Nes)




Kantor BP Batam Banjir Souvenir

kode 5



BATAM, Realitasnews.com - Dalam rangka pengembangan objek wisata baru, BP Batam mengadakan sosialisasi pengembangan obyek wisata fisherism Tanjung Riau kepada  komunitas UMKM Batam.

Sosialisasi itu digelar di gedung Marketing BP Batam, acara diawali dengan pemaparan rencana pengembangan wisata edukasi perikanan Fisherism Tanjung Riau yang dipaparkan oleh Kasubdit Pemanfaatan Sarana BP Batam, Irfan Widyasa. 

UMKM Batam sangat antusias mengikuti kegiatan ini terbukti sedikitnya ada 73 UMKM yang hadir mengikuti kegiatan ini. 

Kegiatan ini juga dirangkai dengan memperkenalkan produk masing-masing UMKM seperti :  aneka produk kuliner, kerajinan tangan, dan tas. Selain itu juga ada UMKM yang mengenalkan proses pembuatan produknya sebagai bagian dari atraksi wisata diantaranya : aktifitas pembuatan tempe, cookies hias, pembuatan aneka cake, selai dari buah naga, es krim, mpek-mpek, mainan anak-anak edukatif, dan kerajinan tas. 

Peserta yang mengikuti kegiatan ini hadir bukan dengan tangan kosong tetapi mereka membawa beberapa sampel dari produk mereka masing-masing.

Dengan digelarnya kegiatan ini Kantor Marketing BP Batam dilanda “ banjir “ tetapi bukan banjir air tetapi banjir souvenir dan makanan ringan yang dibawa para wirausaha UMKM Batam.


Pertemuan tersebut selain sebagai perkenalan antara komunitas UMKM dan BP Batam, juga disepakati rencana aksi ke depannya antara lain  kesempatan UMKM memasarkan produknya di Agri Souvenir Fisherism, event bazar bulanan UMKM mengisi perlombaan seni dan budaya, bantuan pemasaran oleh BP Batam berupa pembuatan brosur UMKM dan marketplace di website BP Batam.

“UMKM juga berharap agar diajak ikut berpartisipasi jika BP Batam mengelar event-event,” kata Irfan Widyasa. 

Sementara itu, Deputi 4 BP Batam, Mayjen TNI Eko Budi Soepriyanto yang hadir dalam kegiatan ini mengatakan bahwa BP Batam sangat mendukung partisipasi dari UMKM dalam berbagai program. Tujuannya untuk mengoptimalkan asset-asset BP Batam sekaligus memberi peluang pemberdayaan UMKM.

“Salah satu ukuran kemajuan wisata suatu daerah yaitu jumlah kunjungan wisatawan dan lamanya wisatawan tersebut tinggal di Batam,” jelasnya 

Untuk kunjungan wisatawan asing, Batam adalah rangking 3 nasional setelah Bali dan Jakarta dengan wisatawan mancanegara sekitar 1,32 juta orang per tahun. 
Namun untuk lama tinggal, katanya,  rata-rata length of stay nya masih di kisaran 1,6 hari. Karena minimnya jumlah obyek wisata di Batam.

“BP Batam berencana meningkatkan wisatawan lama tinggal di Batam dengan cara menambah objek wisata baru, seperti Agro Marina dan Fisherism Tanjung Riau,” pungkas Eko.

(Humas BP Batam)

Bupati Bintan Instruksikan RT/RW, Kepala Desa dan Camat, Pantau Kondisi Terkini Pulau Ajab.

kode 5


BINTAN, Realitasnews.com -  Isu penjualan Pulau Ajab di Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintan langsung mendapat perhatian serius dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan. Dimana, situs iklan penjualan pulau privateislandonline.com telah melakukan penawaran penjualan Pulau Ajab dengan harga seperti dilansir beberapa media ; yaitu berkisar Rp 44 milyar,- .

Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos saat ditemui di Kantor Bupati Bintan, Selasa siang (16/1/2018) mengatakan bahwa penjualan pulau, apalagi kepada pihak asing sama sekali tidak dibenarkan dan hal tersebut melanggar ketentuan dari Undang-Undang; dimana sesuai dengan Pasal 33 ayat 3 bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara; dan dalam hal ini tentunya memiliki banyak ketentuan yang harus dijalankan.

" Penjualan Pulau , apalagi kepada pihak asing sama sekali tidak dibenarkan dalam peraturan perundang-undangan, yang diperbolehkan itu adalah pengelolaan potensi pulau tersebut. Dan itu, juga ada aturan-aturan yang berlaku. Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan tidak mengetahui terkait adanya penjualan pulau tersebut, bahkan kami sudah meminta agar jajaran terkait segera melacak siapa saja pemilik lahan yang ada di pulau Ajab. Dan, data sementara yang berhasil kami himpun, telah kami temukan bahwa lahan pulau tersebut dimiliki banyak pihak " ujarnya.

Dikatakannya juga bahwa hendaknya pemilik lahan Pulau yang memiliki luas lahan lebih kurang 27 Hektar ini, hendaknya dapat berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan dalam hal pemanfaatan potensi lahan. Untuk hal ini bisa melalui Camat dan juga Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) dan Tenaga Kerja Kabupaten Bintan.

" Sebaiknya pemilik lahan segera berkoordinasi ke Pemerintah Daerah, dalam hal ini bisa melalui Camat dan atau Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) dan Tenaga Kerja Kabupaten Bintan. Nantinya , kita bisa kembangkan potensi Pulau melalui Investasi Pariwisata terkait pengelolaan potensi Pulau, dan nilai ekonominya jauh lebih tinggi. Saat ini kita juga sudah instruksikan agar aparatur desa mulai dari tingkat  RT/RW , Kepala Desa hingga Camat dapat terus memantau perkembangan terkini Pulau tersebut , selain itu kita juga telah meminta BPN bersinergi " ujarnya.

(R/lian)

Yudi Kurnain Harapkan Pemerintah Bantu Untuk Mengonlinekan Seluruh Taksi Di Batam

kode 5
Anggota DPRD Kota Batam, Yudi Kurnain (Fhoto : Istimewa)
BATAM, Realitasnews.com – Pemerinta kota Batam harus membantu taksi yang ada di Batam agar menjadi taksi online agar tidak terjadi lagi bentrok antara taksi online dengan taksi konvesional yang kadang membuat korban adalah penumpang atau wisatawan yang sedang berwisata ke Batam.

“Saya menghimbau agar Pemko Batam, BP Batam, BUMD dan Pemprov Kepri serta seluruh stake holder untuk duduk bersama membahas permasalahan taksi online dan taksi konvensional yang kini lagi hangat dan kerap terjadi perselisihan antara taksi online dan taksi konvensional, “ kata anggota Komisi III DPRD Kota Batam Yudi Kurnain saat ditemui di kantor DPRD kota Batam jalan Engku Putri pada  Selasa (16/1/2018).

Ia mengatakan bahwa Batam itu merupakan milik kita semua dan kita sepakat untuk menjadikan Kota Batam menjadi kota wisata.

Menurutnya  antara taksi online dan taksi konvensional tidak perlu bentrok sebab jika selalu bentrok kadang yang menjadi korban adalah penumpangnya yang kerap adalah para wisatawan yang sedang berwisata di Batam.

“Kalau wisatawan jadi korban yang rugikan kita sendiri nama baik kota Batam sebagai kota wisatawan akan diragukan oleh para wisatawan,” jelas Yudi.

Ia menyarankan agar seluruh taksi di online kan untuk mencegah terjadinya yang tidak diinginkan.

Taksi online dan taksi konvensional tidak saja di Batam kerap bentrok di kota lain seperti di Jakarta juga sering bentrok.

“ Jadi dibutuhkan solusi konkrit untuk menyelesaikan masalah ini,” tegasnya

Batam, katanya, merupakan tanggung jawab kita bersama untuk  itu diharapkan pihak terkait harus membantu teman teman taksi konvensional untuk difasilitasi menjadi taksi online system.

Untuk membangun Batam, katanya, pertumbuhan ekonomi Batam dipengaruhi oleh perkembangan industry pariwisata dan kondusifitas Batam.

Batam ini, katanya, sangat mengikuti perkembangan jaman dan mengikuti globalisasi dan Pemerintahnya harus mengikuti perkembangan jaman.

‘Yang nama suatu kemudahan suatu kesimpelan akan sangat disenangi oleh masyarakat jadi kemajuan itu harus disupport untuk itu kita harus membantu saudara saudara kita yang masih taksi konvensional untuk menjadi taksi online.” jelasnya.

(IK)

Majelis Hakim Vonis Terdakwa R Pelaku Penganiayaan Yang Menyebabkan Meninggalnya Hezkiel Pangaribuan Selama 6 Tahun

kode 5

BATAM, Realitasnews.com – Seorang terdakwa R yang masih dibawa umur divonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Batam, Jasael SH.MH dengan kurungan penjara selama 6 tahun dengan denda sebesar Rp 50 juta,- . Sesuai fakta persidangan dan keterangan saksi terdakwa R terbukti melakukan penganiayaan yang mengakibatkan korbannya Hezkiel Pangaribuan meninggal dunia.
 
Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Zia. SH yang menuntut terdakwa R yang masih dibawa umur selama 7 tahun dengan denda sebesar Rp 50 juta,- subsider kurungan badan selama 5 bulan.
 
Dalam amar putusannya Majelis Hakim, Jasael SH MH pada persidangan yang digelar di pengadilan negeri Batam pada Selasa (16/1/2018) mengatakan bahwa perbuatan terdakwa R sesuai dari keterangan para saksi - saksi  terbukti secara sah telah melakukan penganiayaan sehingga mengakibatkan hilangnya nyawa korban.
 
Menurut keterangan para saksi dan diakui oleh terdakwa R bahwa korban yang merupakan siswa SMP Permata Harapan Batuaji, Batam meninggal dunia akibat menderita luka serius dibagian kepalanya lantaran dipukul oleh terdakwa dengan botol arak yang diambilnya dari bawa sepeda motornya pada Jumat (1/12/2018) lalu. 

Terdakwa memukul korban dengan botol tersebut lantaran kecewa korban melerai temannya yang menuduh  terdakwa mencuri sepeda motor. Perkelahian itu terjadi di kawasan ruko tepatnya di depan SMK Negeri 1 Batuaji, Batam.

Dalam pledoinya terdakwa memohon keringanan hukuman kepada majelis hakim dengan alasan ia ingin melanjutkan sekolahnya. Sementara Penasehat Hukum terdakwa memohon hukuman terdakwa diringankan dengan alasan peristiwa penganiayan itu terjadi tanpa disengaja dan terjadi secara spontan.
 
Walau terdakwa telah mengajukan pledoinya namun JPU, Zia SH tetap pada tuntutannya yakni menuntut terdakwa dengan pasal 80 ayat 3 tentang Undang Undang Perlindungan Anak dan dakwaan sekunder 351 KUHP ayat 3 KUHP dengan ancaman kurungan penjara selama 7 tahun dan denda sebesar Rp 50 juta subsider kurungan badan selama 5 bulan.
 
“Karena terdakwa masih dibawa umur maka tuntutan terdakwa separuh dari tuntutan orang dewasa,” kata majelis hakim.
 
Hal hal yang meringankan adalah bahwa terdakwa mengakui dan menyesali seluruh perbuatannya sementara hal hal yang memberatkan bahwa terdakwa melakukan penganiayaan sehingga menghilangkan nyawa korban. Hal ini merupakan tindakan yang main hakim sendiri.
 
Atas dasar tersebut majelis hakim, Jasael SH MH menolak pledoi dari terdakwa dan Penasehat Hukumnya.
 
Majelis Hakim, Jasael SH MH mengatakan bahwa vonisnya ini bukan merupakan hukuman melainkan untuk mengingatkan terdakwa agar kelak tidak mengulangi lagi perbuatannya.
 
“Sesuai fakta persidangan perbuatan terdakwa terbukti secara sah telah melakukan penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa korban oleh sebab itu terdakwa divonis kurungan penjara selama 6 tahun dan denda sebesar Rp 50 juta,- subsider kurungan badan selama 3 bulan,” kata Majelis Hakim, Jasael SH MH sambil mengetuk palunya..
 
Atas putusan itu terdakwa R setelah diskusi dengan orang tua dan Penasehat Hukumnya belum menerima putusan itu dan menyatakan masih pikir pikir.
 
“Karena terdakwa masih pikir pikir maka diberi waktu selama tujuh hari, jika dalam waktu tujuh hari tidak memberikan putusan maka terdakwa dianggap menerima putusan ini,” jelas Jasael.

(IK)

Gelombang Ombak Tinggi, Kapal Pelni Sabuk Nusantara 39 Batal Berangkat Ke Tambelan Balik Ke Pelabuhan Kijang

kode 5

BINTAN, Realitasnews.com – Akibat gelombang ombak sangat tinggi kapal Pelni Sabuk Nusantara 39 yang mengantar bantuan untuk korban bencana banjir dan tanah longsor di kecamatan Tambelan, Bintan terpaksa balik kembali ke pelabuhan Sri Bay Intan, Kijang, Bintan.

Dilansir www.infokepri.com pada Selasa (16/1/2018), Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bintan, Naharuddin  mengatakan setelah Kapten Kapal Pelni Sabuk Nusantara 39 berkoordinasi dengan pihak BMKG mereka terpaksa kembali ke Pelabuhan Sri Bay Intan, Kijang, Bintan lantaran gelombang ombak sangat tinggi.

Ia mengatakan setelah diberangkatkan oleh Bupati Bintan, Apri Sujadi pada Selasa pagi (16/1/2018) sekira pukul 09. 00 WIB lima jam setelah perjalanan tiba tiba saja datang gelombang ombak yang cukup tinggi bahkan air laut masuk ke dalam kapal Pelni Sabuk Nusantara 39 namun tidak membahayakan mereka.

“Tinggi ombaknya diperkirakan sekitar 5 hingga 7 meter dan air laut masuk ke dalam kapal,” katanya.


Kendati tinggi gelombang ombak mencapai 5 hingga 7 meter menghantam kapal Pelni Sabuk Nusantara 39 itu, lanjut Naharuddin,  tidak terjadi hal yang buruk terhadap kapal tersebut dan para penumpangnya juga selamat walaupun ada sebagian penumpang yang mabuk.

“Para penumpang memang ada yang mabuk lantaran gelombangnya sangat tinggi,” jelasnya.

Sesuai arahan dari BMKG, katanya, terpaksa mereka balik ke pelabuhan Sri Bay Intan, Kijang Bintan dan sandar di pelabuhan tersebut pada Selasa malam sekira pukul 21.00 WIB.

Ia mengatakan saat ini sebagian besar pegawai Pemkab Bintan yang ikut berangkat ke Tambelan sudah balik ke rumahnya masing masing namun seluruh barang barang bantuan berupa 2,5 ton beras Bulog , ratusan paket makanan siap saji, peralatan dapur, matras, lauk pauk, selimut, perlengkapan anak-anak, pakaian bayi dan lain sebagainya masih berada di Kapal Pelni Sabuk Nusantara 39.
 
Naharuddin mengatakan jika cuaca sudah membaik maka kapal Pelni Sabuk Nusantara 39 akan kembali berangkat ke Tambelan.
 
“Kita belum tahu pastinya kapan berangkat mas lantaran kita masih menunggu petunjuk dari BMKG sampai cuaca membaik dan gelombang ombak normal,” tutup Naharuddin.
 
(IK)

Komisi I DPRD Karimun Sidak Ke Kantor Imigrasi Kelas II Tanjung Balai Karimun

kode 5

KARIMUN, Realitasnews.com -
Komisi I DPRD Karimun melakukan inspeksi mendadak ke kantor imigrasi kelas II Tanjung balai Karimun,Senin (15/1/2018).  Sidak ini dilakukan terkait adanya temuan dugaan praktek calu paspor. Senin

Kedatangan sejumalah anggota dewan dari komisi I ke ruang tunggu pembuatan paspor di kantor Imigrasi kelas II Tanjungbalai Karimun membuat sejumlah pemohon paspor kaget.

"Sidak yang kita lakukan ini untuk menindak lanjuti  laporan masyarakat terkait dugaan praktek  percaluan paspor di kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun," ujar Anwar

Saat melakukan sidak  Komisi I DPRD Karimun juga menanyakan terkait pelayanan petugas imigrasi pembuatan paspor kepada sejumlah pemohon paspor.

Sementara itu kepala Imigrasi kelas II Tanjung Balai Karimun, Mas Arie Yuliansyah menyambuat baik kedatangan anggota Komisi I DPRD Karimun.

" Kita sangat menyambuat baik atas laporan anggota DPRD Karimun atas beberapa indikasi ada temuan-temuan dilapangan,” terang Mas Arei.

Oleh sebab itu kita akan menindak lanjuti laporan ini,dikarenakan ada juga laporan dari intelijen yang menyebutkan adanya pihak ketiga yang memafatkan situasi.
 
(Jup)







Top