Ads (728x90)


postviews postviews postviews

Dilihat kali

Setelah Disoroti Pegawai Disnaker Menempel Kembali Pengumuman Untuk Pengurusan Kartu AK-1 Gratis (Fhoto :Aljupri/realitasnews.com)
KARIMUN, Realitasnews.comDijaman Reformasi ini masih ada saja pegawai yang melakukan pungutan liar kepada masyarakat. Seperti yang dilakukan WD, oknum pegawai honorer yang bertugas di Dinas Tenaga Kerja, kabupaten Karimun.

Diduga WD sengaja menyobek kertas pengumuman pengurusan Kartu Kuning (AK-1) lantaran isi dari pengumuman tersebut intinya menjelaskan pengurusan AK-1 tidak dipungut biaya.

Adanya pengumuman yang ditempel di papan pengumuman kantor Disnaker Karimun diduga mengurangi penghasilan WD karena masyarakat yang mengurus AK-1 setelah membaca pengumuman tersebut mereka tidak akan memberikan uang.

Disinyalir untuk memuluskan aksi pungutan liarnya, WD pengawai honorer yang bertugas di bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Disnaker Karimun pada Jumat (23/9/2016) siang menyobek pengumuman tersebut.

Pungutan yang dilakukan WD membuat masyarakat yang mengurus AK-1 menjadi resah.
Tindakan WD ini sangat disesalkan oleh kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Disnaker Karimun, Azmizar Firtati .

Ia mengatakan akan mengevaluasai atas sikap dan tindakan WD tersebut, selaku atasannya Azmizar Firtati berjanji akan melaporkannya ke Badan Kepegawaian Daerah(BKD) Karimun agar WD dipindahkan lantaran sudah sering sekali membuat masalah.

"Kejadian tersebut sudah dilaporkan ke Kadisnaker dan juga Bupati Karimun. Pinta saya, oknum tersebut dipindahkan," tegas Azmizar Firtati.

Azmizar menyebutkan setiap pelamar kerja yang ingin membuat kartu kuning (AK-1) tidak dipunggut bayaran apapun sebab, kartu AK-1 tersebut sudah dianggarkan melalui APBD kabupaten Karimun dan APBN

"Tindakan WD, yang telah menyobek pengumuman itu, sangat disesalkan dan tindakan memalukan," katanya.

Sementara itu oknum honorer WD saat di konfirmasi di kantor Dinasker Karimun mengaku khilaf.

"Saya khilaf telah menyobek kertas pengumuman itu, tidak ada niat apa-apa saya menyobeknya,” kata WD berkilah

WD mengaku tidak pernah melakukan pungutan liar, namun jika diberi dengan iklas oleh masyarakat yang mengurus AK-1 Ia menerimanya saja.

“Disini ada juga anak magang mas, jika ada yang memberi uang Rp 5 ribu atau Rp 10 ribu uangnya digunakan untuk makan bersama,”jelas WD.


Sikap tidak terpuji yang dialkukan WD ini harus menjadi perhatian serius bagi Pemkab Karimum, agar pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik dan transfaran.(Jup)

Posting Komentar

Disqus