ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Sponsor

 Space Iklan Kosong...!! Pajang iklan Anda disini Hubungi Redaksi
Kabid Pembimbingan Kepatuhan Layanan Informasi Bea Dan Cukai, Batam, Yosef H
BATAM, realitasnews.com- Komisi II DPRD kota Batam menuding aksi penyeludupan selama ini di Kepri khususnya di Batam  dikendalikan oleh mafia, aksi penyeludupan itu lebih rentan masuk melalui pelabuhan-pelabuhan resmi ,bukan melalui pelabuhan ilegal atau tikus.

Kabid Pembimbingan Kepatuhan Layanan Informasi Bea dan Cukai Batam, Yosef H membantah tudingan komisi II DPRD Batam yang menuding ada pegawai Bea Dan Cukai Batam ikut bermain dalam aksi penyeludupan.

Ia menghimbau agar komisi II DPRD Batam jangan asal menuduh atau menyebar fitnah.

“Jika memang ada temuaan silahkan dibuktikan dan siapa pegawainya biar diproses,” kata Josef H ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (26/9/2016).

Josef sangat berharap agar masyarakat melaporkan kepada mereka jika ada petugas Bea dan Cukai Batam ikut terlibat dalam penyeludupan.

“Aksi penyeludupan sangat merugikan negara,”jelas Josef

Akhir akhir ini aksi penyeludupan di Kepri khususnya sangat tinggi khususnya di Batam. Letak geografis Batam yang sangat strategis berdekatan dengan Singapura, Malaysia dan Thailand menjadikan Kepri khususnya Batam merupakan “lahan basah” bagi penyeludup untuk seludupkan barang barangnya.

Tingginya penyeludupan di Batam membuat komisi II DPRD Batam menilai Bea dan Cukai Batam tidak maksimal bekerja.

Bahkan Komisi II DPRD menduga aksi penyeludupan di Kepri selama ini dikendalikan oleh mafia.
Sindikat mafia tersebut diduga sudah masuk  ke oknum-oknum pejabat Bea Cukai di Kepulauan Riau.

Jenis barang barang yang sering diseludupkan adalah elektronik, handphone, mobil dan beras.
Dari informasi yang dihimpun baru-baru ini pihak Bakamla menangkap kapal milik PT. PLS yang memuat 35 ton beras di pelabuhan Sekupang. Beras itu dibungkus di dalam kardus sebagai kamuflase, kemudian Lantamal IV Tanjungpinang menangkap kapal yang membawa beras ilegal  di perairan Belian, Batam Centre. Jumlahnya mencapai 90 ton beras.

Selain itu Polda Riau juga menangkap 13 ribu Hp ilegal dari Batam. Dan terbaru, Ditpolair Mabes Polri dan Polda Kepri menangkap 4 mobil mewah selundupan dari Singapura di perairan Batam. Polisi belum berhasil menangkap siapa pemilik barang tersebut. (pay/ik)

About Redaksi News

www.realitasnews.com Terwujud sebagai portal berita independen dan menyuguhkan informasi kepada masyarakat serta mengungkap fakta dengan data.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Top