Ads (728x90)


postviews postviews postviews

Dilihat kali

Pondasi Sungai Sagulung Tahap V Di Dunga Dibangun Tanpa Dasar Udukan Pasir (Fhoto : realitasnews.com)

BATAM, realitasnews.com - Saat ini masih ada instansi yang tidak mendukung kebebasan pers selalu tidak terbuka kepada publik, salah satu instansi tersebut adalah BWSS IV Kepulauan Riau yang beralamat di jalan Martadinata No 1 Sekupang, Batam.

Instansi vertikal dibawa naungan Kementerian Umum dan Perumahan Rakyat ini selalu menutupi keburukan dari kinerja kontraktornya salah satunya yakni PT Benteng Indo Raya yang mengerjakan proyek Sungai Sagulung tahap V,Batam Kepulauan Riau. 

Proyek Sungai Sagulung tahap V ini dikerjakan asal jadi, disinyalir pengerjaannya menyalahi bestek atau tidak sesuai dari petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan.

Kwalitas kerja PT Benteng Indo Raya yang asal jadi telah diberitakan oleh sejumlah media massa termaksuk Media online realitasnews.com.

Bahkan realitasnews.com telah mempertanyakannya dengan memberikan materi wawancara secara tertulis terkait pengerjaan proyek Sungai Sagulung tahap V di Batam, Kepri. Bahan wawancara bernomor 025/RN/VII/2016 ditujukan kepada Kepala Satker Pelaksana Jaringan Sumber Air Sumatera IV provinsi Kepri yang di berikan tanggal 28 Juli 2016 lalu. Namun hingga saat ini BWSS IV Kepri tidak bersedia memberikan jawaban atau meluangkan waktunya untuk di wawancara.

Disinyalir BWSS IV Kepri melindungi kontraktornya PT Benteng Indo Raya walau kinerja dari perusahaan ini telah disoroti sejumlah media.

Yani yang mengaku sebagai humas Satker Pelaksana Jaringan Sumber Air Sumatera IV Provinsi Kepri ketika ditemui realitasnews.com, Rabu (10/8/2016) mengaku telah memberikan jawaban atas bahan wawancara yang diberikan kepada mereka kepada dua orang wartawan berinisial Ke dan Ma.

"Saya kira bapak dan kedua wartawan tersebut sama satu media," ujar Yani berdalih.

Padahal si wartawan tersebut meninggalkan fhoto copy Id Card kepada Yani yang sudah jelas namanya berbeda dengan media online realitasnews.com.

"Saya kirain sama orang bapak dengan mereka soalnya materi pertanyaannya hampir sama mengenai pembangunan Sungai Sagulung Tahap IV," ujar Yani sambil menunjukkan fhoto kopi kartu Pers si wartawan tersebut dengan materi wawancara dari realitasnews.com.

Diduga Ssatker Pelaksana Jaringan Sumber Air Sumatera IV Provinsi Kepri berusaha menutupi kinerja dari PT Benteng Indo Raya yang tidak bagus terbukti Yani memberikan map yang di dalamnya berisi dua buah amplot putih.

"Ini ada titipan dari pak Bakti pak, dua atau tiga hari lagi kami akan memberikan jawaban atas materi wawancara bapak," ujarnya Yani terkesan mengulur ngulur waktu.

LM Bakti ST MT  adalah mantan Kasatker Pelaksana Jaringan Sumber Air Sumetera IV provinsi Kepri.

"Saya harus koordinasi dulu dengan pak bakti pak soalnya proyek ini dulu ia yang menanganinya," ujar Yani.(766 HI)


Editor   : Lamra