Ads (728x90)


postviews postviews postviews

Dilihat kali

Walikota Tanjung Pinang, Lis Darmansyah Bersama Atlet Karate India (Fhoto : realitasnews.com)
TANJUNGPINANG, Realitasnews.com - Sebanyak 326 peserta kareta ikuti Internasional Tanjungpianang Karate Championship yang di gelar oleh Forki Tanjung Pinang.

Ke 326 peserta karateka tersebut terbagi dalam 20 Kontingen, terdiri dari seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Riau serta di ikuti juga dari provinsi tetangga seperti Sumatera dan satu kontingen dari luar negeri yaitu dari India. Kegiatan ini akan memperebutkan hadiah medali emas, perak dan perunggu

Ivent olah raga ini digelar di Tanjungpinang City Centre  dan dibuka oleh Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, SH, Rabu {24/8/2016).

Dalam arahanya Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, SH mengatakan pada hari ini ada dua agenda penting yang kita hadiri yang pertama pelantikan dari Forki Kota Tanjungpinang dan yang kedua itu adalah ivent kompetisi karate.

"Sebuah negara yang maju di bidang olah raga tidak lagi memiliki ketergantungan kepada pemerintah, karena di Indonesia dengan aturan-aturan yang begitu rumit sehingga pemerintah memiliki keterbatasan dalam pembinaan dalam bidang olah raga ini",pungkas Lis.

Menurut Lis ada dua relevansi yang di bangun, pertama di olahraga umum yang di koordinasikan oleh KONI dan olah raga rakyat itu di koordinasi oleh pemerintah daerah, ini dua relevansi yang terkait satu sama lain tetapi memiliki dua jenis yang berbeda"jelas Lis.

Oleh karena itu, sambung Lis, setiap kepengurusan cabang olah raga harus memiliki jiwa enterprener, jika tidak memiliki jiwa enterprener maka olah raga ini tidak akan maju.

Dan juga Lis menjelaskan "jika kita terus bergantung pada pemerintah olah raga tidak pernah maju, oleh karena itu kita harus memiliki jiwa enterprener itu dan koordinasi dengan pemerintah membuang egosektoral dalam mengembangkan olah raga".

Lis juda mengharapkan kepengurusan ini kedepan  harus menunjukkan langkah-langkah maju kedepannya, disamping pemerintah melakukan pembinaan melalui Dispora, tetapi pencab-pencap ini harus juga memikirkan bagaimana untuk mencari bapak-bapak angakat di dalam mengembangkan olah raga dari karate itu sendiri.

Terakhir Juga Lis mengatakan bahwasanya  ini adalah pekerjaan bersama, karena kondisi saat ini seluruh pemerintah daerah tidak hanya Kota Tanjungpinang dan Prov Kepri saja bahkan seluruh Indonesia, permasalah dari pembinaan olah raga adalah sebuah permasalahan yang harus kita cari solusinya secara bersama-sama. (Lian)

Editor : Lamra