Ads (728x90)

Dilihat 0 kali





LINGGA, Realitasnews.com
  Bupati Lingga, Alias Wello mengatakan memiliki solusi jitu untuk mengatasi kebutuhan air baku di Batam dan sekitarnya. Solusi jitu dimaksudkannya dengan mengalirkan air terjun yang ada di kabupaten Lingga ke Batam dengan menggunakan pipa bawa laut.

Salah satu air terjun yang memiliki kwalitas air yang cukup bagus untuk di komsumsi adalah air terjun Jelutung di desa Mantuda, kecamatan Lingga, kabupaten Lingga.

 “Berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan oleh sebuah perusahaan konsultan beberapa tahun lalu debit air terjun Jelutung itu mencapai 4.000 liter perdetik,” kata bupati Lingga, Alias Wello saat ditemui sejumlah awak media pada Jumat (24/3/2017)

Air terjun Jelutung ini dapat mengatasi kekurangan air di Batam dan sekitarnya yang membutuhkan kebutuhan air baku sebesar 3.250 liter per detik.

“Ini baru satu air terjun saja sudah bisa mengatasi kebutuhan air baku Kota Batam dan sekitarnya. Bahkan, kalau kita lihat volumenya sudah berlebih,” kata Alias Wello yang akrab disapa Awe.

Untuk mengalirkan air terjun Jelutung itu ke Batam dan sekitarnya, Ia mengatakannya pemerintah sudah punya pengalaman mengalirkan gas dari Natuna ke Singapura dengan menggunakan pipa bawa laut sepanjang 500 kilometer.

“Saya yakin mengalirkan air tentu lebih mudah dari pada mengalirkan gas. Apalagi posisi air terjun Jelutung dengan Batam hanya berjarak sekitar 150 kilometer. Jika kita semua berpikir untuk jangka panjang, inilah solusi jitu untuk mengatasi masalah air di Batam,” kata Awe dengan nada tegas

Sebelumnya, dalam kunjungan kerjanya ke proyek pembangunan Bendungan Sei Gong, Batam, Kepulauan Riau, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, bendungan ya‎ng berada di Desa Sijantung, Kecamatan Galang itu, mampu menyalurkan air baku sebesar 400 liter per detik.

"Ini 355 hektar yang akan menampung 11 juta meter kubik air baku, yang nantinya digunakan baik di Kecamatan Galang, di Rempang dan utamanya di kota Batam yang kekurangan air," ujar Jokowi di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (23/3/2017).

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan, kebutuhan air baku untuk wilayah Batam dan sekitarnya sebesar 3.250 liter per detik. Namun, saat ini baru tersedia 2.800 liter per detik.

"Kapasitas sekitar 400 liter per detik (potensi penyediaan air baku) dengan volume tampungan 11 juta meter kubik, dengan itu akan mensuplai Batam sekitar 400 liter per detik. Ini sudah mencukupi kebutuhan untuk tahun ini dan mungkin 1-2 tahun ke depan," katanya.

Namun demikian, lanjut dia, dengan pertumbuhan ekonomi dan penduduk setiap tahunnya, Batam harus terus menambah persediaan air bakunya. Untuk memenuhi hal tersebut, Kementerian PUPR masih mencari potensi sumber air yang bisa memenuhi kebutuhan air baku dalam jangka panjang.(GL/sipay)

Post a Comment

Blogger Disqus