ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Sponsor

 Space Iklan Kosong...!! Pajang iklan Anda disini Hubungi Redaksi
Wakil Bupati Asahan, H Surya Bsc Sekda Kab Asahan, Drs Sofyan Dan Dandim 0208/Asahan, Letkol Arm Suhono Nobar Film G30 S/PKI (Fhoto : Istimewa)

ASAHAN, Realitasnews.com  - Ribuan masyarakat Asahan memadati Alun Alun kota Kisaran pada Sabtu malam (30/9/2017) untuk Nonton Bareng (Nobar) film documenter G 30 S/PKI.
 
Penayangan film documenter bersejarah ini digelar oleh Pemkab Asahan bekerja sama dengan Kodim 0208 Asahan. Wakil bupati Asahan, H Surya Bsc bersama Dandim 0208 Asahan, Letkol Arm Suhono  dan Sekdakab Asahan, Drs Sofyan MM ikut Nobar ini, bahkan mereka ikut berdiri di depan layar untuk menyaksikan film sejarah ini.
 
Pantauan dilapangan hampir seluruh penonton terharu menonton film ini, apalagi saat adegan pengangkatan jenajah ke enam jenderal dan seorang perwira pertama ini serta saat acara prosesi pemakaman para jenderal TNI Angkatan Darat tersebut tidak sedikit penonton meneteskan air matanya.
 
“Saya sangat terharu mendengar pesan dan kesan dari bapak Jenderal AH Nasution saat ke tujuh jenajah akan disemayamkan ke peristirahatannya yang terakhir,” kata salah seorang penonton.
 
Mudah mudahan, katanya, peristiwa ini tidak terulang kembali di Negara yang kita cintai ini.
 
Bupati Asahan, Taufan Gama Simatupang dalam sambutannya yang disampaikan oleh wakil bupati Asahan, H Surya Bsc mengatakan tujuan pelaksanaan Nonton Bareng (Nobar) ini agar masyarakat khususnya masyarakat kabupaten Asahan dapat mengetahui sejarah kelam yang telah menimpa bangsa kita ini dan dapat mengambil hikmah dari pemutaran film ini.
 
"NKRI harga mati, Jangan kita mau terpecah belah dan tetaplah berpedoman dengan Pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945." Kata Surya dengan nada tegas.
 
Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kodim 0208 Asahan, Ormas, OKP dan seluruh masyarakat yang telah hadir dalam acara Nobar ini.
 
Hal senada dikatakan Dandim 0208 Asahan, Letkol Arm Suhono yang menyebutkan bahwa film ini sengaja diputar untuk mengingatkan kepada seluruh masyarakat di Indonesia akan sejarah kelam bangsa ini serta dapat menangkis paham Radikal yang dapat memecah belah NKRI
 
“Saya mengahrapkan kepada masyarakat khususnya para generasi muda agar dapat mengambil makna dari pemutaran film ini, sehingga senantiasa waspada terhadap upaya upaya kebangkitan komunisme yang mana sesuai Tap MPRS Nomor 25 Tahun 1966 telah ditetapkan partai PKI sebagai partai terlarang,” kata Dandim.
 
(NES)
 
Ket.gambar:

About Redaksi News

www.realitasnews.com Terwujud sebagai portal berita independen dan menyuguhkan informasi kepada masyarakat serta mengungkap fakta dengan data.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Top