ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Sponsor

 Space Iklan Kosong...!! Pajang iklan Anda disini Hubungi Redaksi
 
Ketua Fraksi PKS DPRD Kepri, Ing Iskandarsyah (Fhoto : Istimewa)
TANJUNGPINANG, Realitasnews.com
– DPRD Kepri cukup prihatin atas penindasan terhadap salah satu etnis di Myanmar, penindasan ini sudah melanggar HAM. Ketua Fraksi PKS DPRD Kepri, Ing Iskandarsyah mengharapkan agar Pemerintah provinsi Kepri agar menjadi daerah terdepan untuk menampung dan menyiapkan wilayah untuk menampung pengungsi Rohingya.
“Inisiatif usulan permintaan Fraksi PKS ini didasari alasan kemanusian dan penindasan ini sudah melanggar HAM,” kata Ketua Fraksi PKS, Ing Iskandarsyah kepada sejumlah awak media saat sidang paripurna Pandangan Fraksi terhadap Nota Keuangan di Gedung Dewan belum lama ini.

Ia menyebutkan alasan utama mengusulkan untuk menampung dan menyiapkan wilayah untuk menampung pengungsi Rohingya lantaran tragedi yang terjadi di Myanmar itu sudah masuk pelanggaran hak asasi manusia. 

“Sebagai sesama manusia kita harus meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Rohingya,” katanya
Ing Iskandarsyah yang juga Wakil Ketua DPW PKS Kepri mengatakan bahwa kemerdekaan itu merupakan hak setiap manusia atau bangsa tanpa terkecuali termasuk etnis rohingya yang ada di Myanmar.
“Selain meminta Pemprov Kepri jadi daerah terdepan menampung pengungsi Rohingya, Fraksi PKS juga meminta Provinsi untuk menyurati pemerintah pusat untuk memfasilitasinya ke Dewan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) karena permasalahan ini menyangkut kemanusiaan dan harus disetujui oleh PBB,” ungkapnya.
Adanya usulan dari Fraksi PKS ini, katanya, pihak Pemprov Kepri sudah meresponnya dan langsung menggelar pertemuan dengan Forum Peduli Rohingya.

Pertemuan Forum Peduli Rohingya ini, dikatakannya, bahwa dirinya sendiri yang mewakili dewan diundang dalam pertemuan bersama Pemprov dan Forum Peduli Rohingya untuk segera mengambil sikap dengan permintaan Fraksi PKS tersebut. 

“Semua mendukung termasuk Pimpinan DPRD Kepri juga. Kita berharap ini segera ada solusi,” harapnya
Sementara itu ditempat terpisah Gubernur Kepri, H. Nurdin Basirun secara simbolis menyerahkan dana bantuan kemanusiaan untuk tragedi Rohingya, di Masjid Agung Al-Hikmah, Tanjungpinang, Minggu (17/9/2017) lalu.

Penyerahan dana bantuan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H. TS. Arif Fadillah, Wakil Walikota Tanjungpinang Syahrul, Asisten III M. Hasbi dan Kadis Perdagangan Burhanuddin, serta masyarakat Tanjungpinang.

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun memberi apresiasi kepada Forum kemanusiaan yang mencetuskan diri untuk membantu menggalang dana di Kepri. 

“ Saya harap pak Sekda membentuk tim panitia dari Pemerintah untuk ikut menggalang dana di kepri,” kata Gubernur Kepri, Nurdin Basirun kepada Sekdaprov Kepri

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan bahwa bantuan yang diserahkan ini merupakan upaya nyata masyarakat Kepulauan Riau untuk turut serta membantu meminimalisir beban yang dirasakan oleh para pengungsi Rohingya.

Ia mengatakan banyak saudara-saudara kita di Myanmar yang menjadi imbas dari tragedi kemanusiaan sebagai warga internasional kita harus turut andil membantu meringankan beban mereka.
Dikatakannya, banyak upaya yang dapat diberikan sebagai manusia jika menilik keadaan Rohingya saat ini. “Jika tidak mampu turut serta kesana maka dengan bantuan fisik inilah yang menjadi jasa untuk mereka,” katanya.

Tak lupa Gubernur berharap dari doa serta bantuan dari seluruh masyarakat Kepri ini dapat membantu meringankan Krisis dan tragedi Rohingya.

"Duka Rohingya adalah duka kita semua, mari kita berdoa agar warga rohingya segera dapat terlepas dari permasalahan ini," lanjut Nurdin.

Hal senada dikatakan Ketua Forum Kemanusian Peduli Rohingya Provinsi Kepri, Ustdaz Ahmad dalam laporannya mengatakan bahwa pengumpulan dana ini merupakan tahapan awal penyelenggaraan bantuan untuk Rohingya dan kedepan ada tahapan selanjutnya dan jika memungkinkan nantinya juga akan mengutus relawan-relawan dari Tanjungpinang yang bersedia untuk turun langsung ke lokasi di perbatasan Bangladesh.
Ia menjelaskan bahwa keadaan pengungsi di perbatasan Bangladesh semakin hari bukan membaik malah memburuk, ada sebanyak 420 Ribu jiwa pengungsi disana, untuk itu kami tidak menutup donasi dan akan tetap membuka jika masih ada yang ingin ikut menyumbang.

Ia mengatakan pengumpulan dana ini sudah dimulai sejak dua Minggu lalu sehabis melaksanakan Shalat Ghaib di Lapangan Pamedan saat itu terkumpul dana sebesar Rp 26 juta,- dan hingga hari ini sudah terkumpul dana sebanyak Rp 322 juta,- untuk tahap pertama ini penyaluran dana sebesar Rp 280 juta,- yang akan dikirimkan langsung pihak Forum Kemanusian Peduli Rohingya Provinsi Kepri ke lokasi perbatasan di Bangladesh.

Perwakilan MUI Provinsi Kepri, Bambang Maryono mengucapkan terimakasih atas kinerja tim penggalang dana yang hingga saat ini terus semangat dalam menggalang bantuan yang ditujukan untuk pengungsi Rohingya.

Ia mengatakan bahwa uang bukanlah segalanya, namun mungkin dapat digunakan untuk membantu para pengungsi di Rohingya, selain itu kita juga membutuhkan niat yang tulus serta tidak lupa berdoa.

Dalam pada itu Ketua LAM Abdul Razak bersyukur saat ini Indonesia dengan keberagamannya, namun masyarakatnya dapat memahami perbedaan tersebut, tentu jika melihat saudara seagama ditempat lain sedang mengalami musibah, saat inilah masyarakat Indonesia khususnya Kepri untuk ikut turun tangan membantu mereka.

(IR/Lian/hm)

About Redaksi News

www.realitasnews.com Terwujud sebagai portal berita independen dan menyuguhkan informasi kepada masyarakat serta mengungkap fakta dengan data.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Top