ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Sponsor

 Space Iklan Kosong...!! Pajang iklan Anda disini Hubungi Redaksi

BINTAN, Realitasnews.com  – HRD Bintan Lagoon, Syafrijal Umar alias Ujang tidak bersedia melakukan perundingan dengan pengurus Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Reformasi Bintan dengan alasan masih dalam proses PTUN.

Tindakannya tersebut membuat SPSI Reformasi Bintan kesal dan marah lantaran mereka menilai  pihak perusahaan tidak menempati janji untuk melakukan perundingan terkait adanya rencana mogok kerja yang akan dilakukan oleh karyawan.

Ketua SPSI Reformasi Darsono mengatakan Ia bersama sejumlah pekerja lainnya ingin menindak lanjuti serta  mengadakan kesepakatan kerja dan beberapa minggu yang lalu mereka berencana akan mengadakan mogok kerja di kawasan Bintan Lagoon namun oleh HRD Bintan Lagoon, Syafrijal Umar Alias Ujang melarangnya lantaran masih proses PTUN.

Bahkan saat ditemui SPSI Reformasi bersama serikat saat ingin menemui Syafrijal Umar pada Senin (18/9/2017), Ia hanya bersedia ditemui di Pos 1 hotel Bintan Lagoon Resort.

"Padahal sebelumnya pihak manajemen BLR berjanji akan bertemu dan melakukan perundingan hari ini. Namun setelah tiba waktunya justru pimpinan perusahaan Moh Ibrahim yang mengingkari janjinya," Kata Darsono saat ditemui di Lagoi, Senin (18/9/2017).

Darsono menjelaskan, manajemen Bintan Lagoon Resort   yang berada di Kawasan Pariwisata Lagoi  Bintan , menolak pertemuan sangat tidak mendasar, karena alasan yang disampaikan oleh perwakilan manajemen, masih menunggu keputusan dari PHI. Sementara, kasus yang saat ini berada di PHI, berbeda dengan tuntutan karyawan.

"Itu hanya alasan, karena masalah yang ada di pengadilan dan pihak karyawan masih banding. Tidak ada hubungannya dengan tuntutan karyawan yang diberlakukan pihak perusahaan tidak manusia hingga saat ini," terangnya.

 Hasfarizal Handra Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Bintan membenarkan rencana pertemuan antara karyawan dan manajemen perusahaan sebelumnya dijadwalkan (18/9/2017) namun pertundaan itu batal.

“Kita berharap kiranya akan mengadakan perundingan  kembali,” kata Hasfarizal…
 
(IK/lian)

About Redaksi News

www.realitasnews.com Terwujud sebagai portal berita independen dan menyuguhkan informasi kepada masyarakat serta mengungkap fakta dengan data.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Top