Ads (728x90)



Dilihat 0 kali


Enam Kawanan Perompak Diamankan Tim WFQR Lantamal IV (Fhoto : Istimewa)


BATAM, Realitasnews.com – Enam orang pria yang diduga pelaku jaringan tindak kriminal di laut  tidak berkutik saat diamankan oleh tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV yang tergabung dalam Unit-1 Jatanrasla,di perairan Tanjung Pinggir Sekupang, Batam saat akan beraksi di perairan Selat Malaka,  Senin (26/12/2016).


Ke enam kawanan perompak ini berencana akan melakukan aksinya di Selat Malaka berangkat dari Sungai Cantik Batam dengan menyisir kearah pulau Buluh sampai ke pulau Sambu kecil dengan tujuan perairan OPL Timur Malaysia dengan menggunakan boat pancung lalu melakukan aksinya dengan memanjat kapal yang sedang berlayar, “ kata Danlantamal IV Laksanama Pertama TNI S Irawan SE kepada sejumlah awak media.

Memanjat kapal yang akan mereka rompak dari boat pancung mereka,kata Irawan, mereka sebut dengan istilah kata “shooping”.

Dikatakannya, dari ke enam perompak ini tiga diantaranya yakni inisial UA, TA dan L adalah pelaku perompak yang sudah lama melakukan aksi kriminal di laut.

“Pelaku utamanya adalah inisial UA yang berperan sebagai pemanjat, ia merupakan mantan narapidana yang dijatuhi vonis hukuman selama 4,5 tahun lantaran membajak kapal MT Zafirah tahun 2012 lalu,” katanya.

Sedangkan TA, lanjutnya, berperan sebagai pemanjat, ia adalah pelaku percobaan pencurian terhadap kapal MT Lautan Promise tahun 2013 lalu, sementara L alias Romo berperan sebagai pemanjat pernah diamankan tim WFQR 4/Unit 1 Jatanrasla pada tahun 2015 karena diduga akan melakukan tindak kriminal di perairan OPL timur Malaysia.

Sedangkan tiga pelaku lainnya yang merupakan pemain baru yakni : MA, FSL, dan R. Tersangka MA, dikatakannya, berperan sebagai nahkoda, FSL berperan sebagai juru mudi atau pembantu nahkoda dan R berperan sebagai pemanjat.

Selain mengamankan ke enam tersangka, Tim WFQR Lantamal IV juga mengamankan sejumlah barang bukti yakni : boat pancung GT 01 milik tersangka PS warga Sagulung Batam, empat unit HP, tali panjat dan senjata tajam.

“ Seluruh barang bukti yang diamankan akan digunakan untuk pengembangan proses penyelidikan,” jelasnya.

Irawan juga menegaskan bahwa Tim WFQR lantamal IV Tanjung Pinang telah bekerja ekstra untuk mengamankan perairan Kepri sejak menjelang perayaan Natal dan tahun baru 2017, pengamanan perairan Kepri ini semakin ditingkatkan untuk meminimalisir tindak kejahatan yang mungkin akan dilakukan oleh para perompak dengan memanfaatkan kelengahan aparat.

“Lantamal IV telah memetakan jalur-jalur yang rawan terhadap tindak kejahatan sehingga menutup celah bagi para perompak yang akan melakukan aksinya di perairan Kepri,” tegasnya.

(pay)

Post a Comment

Disqus