Ads (728x90)



Dilihat 0 kali

 
Seorang anak korban gempa Aceh di tempat pengungsian menggambar lafaz Allah SWT. Foto Rayful Mudassir/Okezone

PIDIE JAYA, Realitasnews.com  - Ratusan anak-anak korban gempa di Pidie Jaya mulai mendapatkan penanganan trauma pascagempa. Mereka dihibur dengan sejumlah permainan dan kegiatan lainnya.

Program trauma healing dilaksanakan di Gampong (Desa) Raya, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya. Sejumlah lembaga termasuk aparat kepolisian wanita memberikan terapi penanganan trauma untuk anak-anak korban gempa.


Fasilitator SOS Children's Village Indonesia - Banda Aceh, Mahdalena mengatakan, bentuk aktivitas yang dilakukan seperti menggambar, bermain permainan anak-anak hingga belajar menghafal surat-surat pendek Al-Quran. Sedikitnya 200 anak terlibat dalam kegiatan ini. Mereka tersebar dari sejumlah desa.



"Karena trauma masih berdampak pada anak-anak. Hari ini mereka sangat antusias. Kita juga dibantu oleh kepolisian," kata Mahdalena, Minggu (11/12/2016).

Saat gempa 5,3 skala richter (SR) yang terjadi pada pukul 10.50 WIB tadi, anak berhamburan di dekat pengungsian. Namun relawan yang melakukan trauma healing langsung mengkondisikan anak-anak membaca doa saat gempa.

Mahdalena menyebut, program ini akan dilangsungkan sampai seluruh anak-anak ini melupakan peristiwa gempa yang menewaskan sedikitnya 101 jiwa .

 "Kita berharap anak-anak ini cepat pulih dari trauma. Sekarang kondisi mereka masih trauma pascagempa," pungkasnya.

(okezone.com)

Post a Comment

Disqus