Ads (728x90)



Dilihat 0 kali

 
Foto: REUTERS/Abdalrhman Ismail

DAMASKUS, Realitasnews.com  - Lebih dari 3000 orang telah dievakuasi menggunakan bus dan ambulans dari Aleppo, Suriah. Evakuasi tersebut dilakukan di wilayah timur kota Aleppo yang menjadi sisa-sisa kantong pejuang oposisi pemerintah Suriah.

"Sebanyak 3000 warga dan lebih dievakuasi. Namun ada lebih dari 40 orang terluka, termasuk anak-anak," ujar Kepala Palang Merah Internasional Suriah, Marianne Gasser, seperti dilansir BBC, Jumat (16/12/2016).

Menurut Gasser, Pemerintah Suriah yang didukung oleh Rusia telah mengambil alih hampir seluruh kota Aleppo. Sehingga masih terjadi beberapa insiden yang menyebabkan tidak dapat diketahui secara pasti hingga kapan seluruh penduduk dapat dievakuasi.

"Tidak ada yang tahu berapa banyak warga yang masih berada di wilayah timur, dan kemungkinan evakuasi memakan waktu hingga beberapa hari ke depan," katanya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry menyalahkan Pemerintah Suriah atas apa yang terjadi. Ia menyebut kejadian tersebut sebagai 'tidak lain sebuah pembantaian'.

John Kerry mendesak Pemerintah Suriah untuk kembali bernegosiasi damai di Jenewa, Swiss. Pihaknya ingin agar Suriah berdialog bersama pihak oposisi untuk menciptakan suasana yang kondusif.

"Satu-satunya pertanyaan yang tersisa adalah mau kah rezim Suriah dengan dukungan Rusianya untuk bernegosiasi dan menghentikan pembantaian rakyat mereka sendiri," ujarnya di Washington.

(detik.com)

Post a Comment

Disqus