Ads (728x90)



Dilihat 0 kali

 
Ilustrasi (Zaki Alfarabi/detikcom)

Ramallah, Realitasnews.com  - Memindahkan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem akan menghancurkan prospek perdamaian Palestina-Israel. Pejabat senior Palestina memperingatkan presiden terpilih AS Donald Trump bahwa hal itu akan semakin mendorong kawasan ke dalam kekacauan.

"Akan menjadi kehancuran proses perdamaian (Palestina-Israel)," sebut Sekjen Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Saeb Erekat, dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Sabtu (17/12/2016).

Erekat mengomentari rencana pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem sebelum kesepakatan akhir tercapai dalam proses perundingan damai Palestina-Israel. Opsi itu mencuat setelah Trump mencalonkan penasihat kampanyenya David Friedman sebagai Dubes AS untuk Israel.

Banyak pejabat Israel yang memuji keputusan Trump memilih Friedman. Sosok Friedman sendiri mendukung ekspansi perluasan permukiman Yahudi di Tepi Barat. Dia bahkan mengungkapkan ingin menjalankan tugas sebagai Dubes AS dari kantornya di Yerusalem, yang disebut sebagai ibu kota abadi Yerusalem.

 Otoritas Palestina menganggap Yerusalem sebagai calon ibu kota bagi negara mereka Palestina nantinya. Lebih lanjut, Erekat memperingatkan dampak-dampak yang akan muncul dari pemindahan Kedubes AS dan perubahan posisi lama AS yang menganggap permukiman Yahudi sebagai ilegal.

"Saya memandang David Friedman dan Trump tepat di mata dan memberitahu mereka -- jika Anda tetap akan mengambil langkah-langkah memindahkan kedutaan besar dan memperluas permukiman di Tepi Barat, sama saja Anda membawa kawasan ini menuju jalur yang saya sebut kekacauan, situasi tanpa hukum, dan ekstremisme," tegas Erekat.

Di pihak Israel, pujian dan sambutan baik mengalir mulai dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hingga jajaran pemerintahannya. Sumber dari kantor PM Netanyahu menyebut Netanyahu senang atas penunjukan itu. "Dia (Netanyahu) tahu David Friedman memiliki kepercayaan presiden terpilih Trump dan berharap untuk bisa bekerja secara erat dengannya," sebut sumber itu.

Secara terpisah, Wakil Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Hotovely menyebut penunjukan Friedman itu sebagai 'kabar baik untuk Israel'. Sementara Menteri Pendidikan Israel Naftali Bennett menyebut Friedman sebagai 'teman hebat Israel'.

Selama 68 tahun terakhir, kantor Kedubes AS untuk Israel berlokasi di kota Tel Aviv. AS dan sebagian besar negara anggota PBB tidak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Status Yerusalem menjadi persoalan paling sulit dalam konflik Palestina-Israel yang berlangsung beberapa dekade terakhir.


(detik.com)

Post a Comment

Disqus