Ads (728x90)



Dilihat 0 kali



Tiga Orang Saksi Salah Satu Diantaranya Adik Alm Syarial, Korban Yang Tewas Dibunuh Oleh Enam Orang Anggota Gang Motor ( Fhoto : realitasnews.com)

BATAM, Realitasnews.com – Sofian seorang saksi yang juga adik korban tak kuasa membendung air matanya saat member keterangan kepada Majelis Hakim di  Pengadilan Negeri Batam, Rabu (14/12/2016). Pria asal Sumatera Barat ini menangis saat ditanya ketua Majelis Hakim, Zulkipli SH MH, Ia mengatakan kakaknya, Syarial tewas bersimbah darah lantaran menderita luka tusuk di leher sebelah kirinya. 

Sofian bersama dua rekannya, Nico Rahmad dan Indra Hartini dihadirkan sebagai saksi kasus dugaan pembunuhan yang dilakukan oleh enam orang anggota gang motor. Ke enam terdakwa tersebut adalah Epen, Ardiansyah, Roby Fernades, Oskar, Saddam, Ade.

Dengat suara serak lantaran menahan tangisnya saksi sofian menceritakan bahwa peristiwa pembunuhan tersebut terjadi pada tanggal 28 Oktober 2016 lalu.

“Kejadiannya yang mulia pada Jumat malam 28 Oktober 2016 lalu Ketika itu saya dan almarhum masih sama sama berjualan di Tiban Kampung, Sekupang,” katanya

Ketika mereka sedang asyik-asyik ngobrol tiba tiba saja, lanjut Sofian, mereka mendengar ada keributan banyak anggota gang motor sedang berkelahi.

“Mengetahui ada pemuda berkelahi, korban langsung pergi untuk melerainya,”jelas Sofian.

Tidak lama kemudian ia mendengar teriakan saksi Rio minta tolong, iapun lari menemui saksi Rio yang berada di belakang mobil dan melihat kakaknya telah jatuh bersimbah darah lantaran menderita luka tusuk di lehar sebelah kiri dan di kaki dan organ tubuh lainnya.

“Begitu melihat korban jatuh pingsan dan bersimbah darah, saya langsung teriak minta tolong agar dipanggilkan mobil yang mulia,” kata Sofian.

Selang beberapa menit barulah muncul taxi air port dan mereka langsung mengevakuasi korban ke Rumah Sakit BP Batam, Sekupang.

“Saya bersama Rio membawa korban dengan menggunakan taxi untuk dievakuasi ke rumah sakit BP Batam, Sekupang, di tengah perjalanan korban menghembuskan napasnya yang terakhir yang mulia,” kata Sofian sambil menghapus air matanya.  

Walau sudah tidak bernyawa lagi, lanjut Sofian, korban tetap dibawa ke IGD rumah sakit BP Batam, Sekupang.

Saksi Nico Rahmad menceritakan bahwa awalnya  ia melihat terdakwa efen turun dari sepeda motornya menemui salah seorang pedagang yang ada di Tiban Kampung, lantaran ribut ia mencoba melerainya namun malah ia menjadi sasaran keroyokan oleh anggota gang motor.

“ Tiba tiba saja saya dipukul yang mulia, para terdakwa mengira saya orang yang mereka cari,” jelas Nico.

Beruntung, lanjut Nico, ada salah seorang cewek anggota mereka menghampirnya saat ia di piting dan dipukuli oleh anggota gang motor.

“ Saat leher saya dipiting oleh salah seorang dari mereka, tiba tiba saja datang seorang cewek menghampiri kami dan ia mengatakan bukan saya yang mereka cari,” kata Nico.

Setelah saya dilepas efen dan ardiansyah terlibat perkelahian dengan korban yang merupakan ketua RT 03/RW 01 Tiban Kampung.

Efen berteriak mengatakan ambil pisau, kata Niko, saat itu saya melihat terdakwa Ardiansyah memiting kepala korban dan terdakwa Efen menikam leher sebelah kiri korban.

Hal senada dikatakan saksi Indra bahwa ketika ia menghampiri korban yang sudah tergeletak di belakang mobil ia melihat leher korban terluka akibat kena tusukan pisau darah.

“ Saat memapah korban,  saya melihat dari leher sebelah kiri korban keluar darah dan mengalir sangat deras yang mulia,” kata Indra.

Saksi Indra ketika ditanya anggota majelis hakim Hera Polosoa Destyni SH mengaku ia tidak melihat terdakwa Efen menusuk korban.

Seluruh keterangan ketiga saksi dibenarkan oleh ke enam terdakwa, sidang dilanjutkan pada Minggu depan dengan agenda pemeriksaan keterangan saksi. ( Pay)

Post a Comment

Disqus