Ads (728x90)

Dilihat 0 kali


BATAM, Realitasnews.com  – Ditpolairud Polda Kepri berhasil mengamankan 30.8 kilogram narkotika jenis sabu yang dibawa dari Malaysia oleh inisial IS dan SY dengan menggunakan kapal speed boat, untuk mengkelabui petugas barang haram itu dibungkus plastik berwarna kuning emas merk Guanyinwang sebanyak 30 (tiga puluh) bungkus dan disimpan didalam 4 (empat) buah ember oli atau minyak gemuk.

Kapolda Kepri, Irjen Pol Andap Budhi Revianto dalam rilisnya yang disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga kepada sejumlah awak media didampingi oleh Dirpolairud Polda Kepri, Kombes Pol Benyamin Sapta S.IK, M.Si dan Kabag Wassidik Ditresnarkoba Polda Kepri Akbp C.P. Sinaga. S.IK., M.H, Senin (26/8/2019) mengatakan kronologis kasus ini terungkap pada hari Jumat tanggal 23 Agustus 2019 sekira pukul 06.00 WIB penyidik Ditpolairud Polda Kepri melakukan patroli perairan perbatasan antisipasi masuknya Narkoba ke wilayah Batam sekira pukul 08.45 WIB dijumpai 1 (satu) unit Speed Boat dengan membawa penumpang 2 orang dan dilakukan pemeriksaan diketahui bahwa Speed Boat tersebut berlayar dari OPL (Out Port Limit) tujuan Batam.

Kemudian dilakukan pemeriksaan barang-barang milik 2 (dua) orang yang berinisial IS dan SY tersebut ditemukan serbuk kristal diduga Narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan menggunakan plastik warna kuning emas merk Guanyinwang sebanyak 30 (tiga puluh) bungkus dan disimpan di dalam 4 (empat) buah ember oli

Modus operandi para tersangka I S dan S Y berangkat menuju Johor Malaysia menggunakan jalur resmi dan menginap selama 1(satu) hari. Keesokan harinya mereka menemui Inisial A P status DPO  dan inisial P T status DPO warga Malaysia di wilayah Pantai Sungai Rengit,  Malaysia yang sudah mempersiapkan kapal speed boat berisi barang berupa 4 (empat) ember oli atau gemuk yang isinya diganti dengan sabu.
Setelah itu I S dan S Y berangkat menuju salah satu kapal tanker di daerah OPL, cara yang dilakukan merupakan kamuflase dari para pelaku yaitu seolah-olah mereka adalah sebagai salah satu teknisi dikapal tersebut.

Selanjutnya Penyidik Ditpolairud bersama dengan Dit Resnarkoba Polda Kepri melakukan pengembangan kasus berupa Control Delivery dan berhasil mengamankan tersangka lain dengan inisial P T alias D  yang sedang berada di pantai Bengkong, Batam untuk menunggu Narkotika jenis Sabu tersebut datang lalu akan dibawa ke salah satu ruko di wilayah Botania, Nongsa Batam dengan menggunakan mobil Lancer warna merah.

Pengembangan berlanjut mengarah ke lokasi tempat penampungan barang tersebut di wilayah Botania dan berhasil mengamankan tersangka inisial N S yang bekerja sebagai karyawan toko milik A P (DPO).

Peran N S sendiri adalah penerima barang dan menaruhnya dimobil Innova Hitam. Dan dari keterangan para pelaku mereka telah melakukan pekerjaan pengiriman sabu dari Malaysia sebanyak 5(kali) mulai dari awal tahun 2019. Dengan menerima upah sebesar Rp. 15 juta,-

Tersangka yang berhasil diamankan sebanyak 4 (empat) orang yakni inisial I S (43 tahun) dan inisial S Y  (34 tahun) yang berperan sebagai pengambil barang dr Malaysia, inisial P T alias D  (30 tahun) berperan sebagai pengambil barang dari I S dan S Y di wilayah Bengkong Batam. Inisial N S (33 tahun); berperan sebagai penerima barang dari saudara P T alias D di Ruko Botania 1, Nongsa, Batam.

Barang Bukti adalah 30 (tiga puluh) bungkus plastik warna kuning emas merk Guanyinwang berisikan serbuk kristal diduga narkotika jenis sabu dengan berat 30.837 gram atau 30.8 kg, empat buah ember merk Duckhams, 1 (satu) unit pompa air merk shimizu, 2 (dua) Paspor, baju wearpack warna merah dan biru, 4 (empat) unit Handphone dan 2 (dua) unit Mobil yaitu Innova hitam dan Lancer merah.

Para pelaku melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang - Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (duapuluh) tahun.

(Humas Polda Kepri)

Post a Comment

Disqus