Ads (728x90)

Dilihat 0 kali


BATAM, Realitasnews.com – Plt Gubernur Kepri H Isdianto membuka forum Diskusi Kontribusi Sektor Hulu Migas Dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Radisson Golf & Convention Center Batam, Kamis, (22/8/2019).

Turut hadir dalam kegiatan itu, kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas Widi Santuso, kepala Departemen Komunikasi SKK Migas Erry Prihandry, kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumbagut Avicenia Darwis, Bupati Natuna Hamid Rizal, Bupati Anambas Abdul Haris, Asisten Ekonomi Pembangunan Samsul Bahrum dan Karo Perekonomian Heri Andrianto.

Isdianto yang juga sebagai keynote speaker mengatakan dalam membangun daerah Provinsi Kepri tidak bisa berjalan sendiri.

Beliau mengatakan bahwa Pemprov Kepri merupakan salah satu penyumbang produksi migas terbesar di Indonesia, mengenai pengelolaan minyak bumi dan gas sendiri tertuang dalam Undang-Undang nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

“ Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menaruh harapan besar pada Kontribusi dan dukungan SKK Migas terhadap pembangunan daerah, “ kata Plt Gubernur Kepri H. Isdianto.

Ia menyebutkan bahwa sebagai penghasil migas Pemprov Kepri sangat mengharapkan dukungan dan peran serta dan sinergitas seluruh stake holder khususnya stake holder di sektor hulu migas sebagai bentuk kontribusi membangun Bersama Daerah Kepulauan Riau.

Beliau mengatakan bahwa disetiap pelaksanaan Musrenbang, Daerah yang menghasilkan Migas di Provinsi Kepri selalu mengharapkan adanya pembangunan nyata di daerahnya dari hasil pengelolaan migas tersebut.

Dikatakan sebagai salah satu penyumbang produksi migas terbesar di Indonesia, di Provinsi Kepri ini banyak sektor yang akan dibangun. Termasuk sektor pariwisata yang sedang kita galakkan. Dengan adanya dukungan dari SKK Migas diharapkan bisa membangun sarana dan prasana infrastruktur (akses) untuk mendorong Pariwisata agar lebih mudah terjangkau.

Selain itu, kata Isdianto, Presiden RI Joko Widodo juga sangat fokus dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), dan dalam hal ini diharapkan semoga SKK Migas bisa memberikan pelatihan dan pendidikan dalam peningkatan SDM masyarakat lokal agar bisa bekerja di Ladang Migas tersebut nantinya.

“Terus bersinergi antara Pemerintah Provinsi Kepri dengan SKK Migas agar lebih nyata dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat,” kata Isdianto.

Dalam pertemuan sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kepri berharap juga dibangunnya Kantor Perwakilan SKK Migas di Provinsi Kepri yang bertujuan untuk mempermudah komunikasi dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang dihadapi

Khusus untuk wilayah Kepulauan Riau dilaporkan terdapat 19 KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) Migas yang terdiri dari 4 Kontraktor Produksi (Eksploitasi) yakni Premier Oil Natuna Sea B.V, PT. Medco E&P Indonesia, Star Energy (Kakap) Ltd dan Pertamina EP – PT. PAN (Pertalahan Arnebatara Natuna).

Adapun selebihnya terdapat 15 kontraktor Eksplorasi seperti AWE Ltd, Titan rescources (Natuna) Indonesia. Ltd, Santos Northwest Natuna B.V, West Natuna Exploration.Ltd, Primer Oil Tuna Sea B.V, Indoreach Exploration Ltd, Lundin Oil and Gas B.V (Baronang), Lundin Oil and Gas B.V (Cakalang), North Sokang Energy Ltd (North Sokang), Black Platinum Invesment Ltd (Sokang), PT Medco Energi International TBK, Lundin Gurita B.V, PT. Mandiri Panca Usaha dan PT. Equator Energy

Adapun masalah pengelolaan minyak bumi dan gas sendiri tertuang dalam undang-undang nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
(humas.kepriprov.go.id)

Post a Comment

Disqus