Ads (728x90)

Dilihat 0 kali


KARIMUN  Realitasnews.com  - Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun melakukan pemeriksaan ekspor 900 kg madu tujuan Malaysia, Rabu (21/08/2019) di Taman Bunga, Tanjung Balai Karimun.

Adalah Fonda Morinses Prananda, generasi milenial bangsa yang meramaikan pasar Internasional. Berbekal niat dan jiwa kewirausahaannya yang tinggi, Fonda berhasil meraup pundi-pundi rupiah yang menggiurkan selama kurang lebih 2 tahun belakangan ini.

"Saya biasa mengekspor madu lebah ini 2 kali dalam sebulan ke Malaysia. Saya mengirim madu dalam bentuk liquid, terkadang juga masih lengkap dengan sarang lebahnya. Semuanya tergantung permintaan saja," kata Fonda.

Kristiyani, dokter hewan Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun mengatakan bahwa sebelum diekspor, madu tersebut dilakukan pemeriksaan karantina. "Peluang ekspor madu ini cukup menjanjikan, maka dari itu kami pastikan semua madu yang diekspor layak untuk dikonsumsi," jelas Kristiyani.

Peluang menjadi eksportir madu di Karimun sangat besar. Berdasarkan data IQFAST Karantina Pertanian Karimun, tercatat tidak lebih dari lima eksportir madu yang berhasil mengirim madu ke luar negeri. Madu milik Fonda yang dikirim ke Malaysia memiliki nilai ekspor sekitar Rp 130 juta untuk sekali pengiriman. Berdasarkan informasi dari pemilik, madu yang diekspor ini kembali diperjualbelikan di pasar Malaysia sebagai minuman herbal yang dipercaya mampu menjaga stamina tubuh.

Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun sangat mendukung pertumbuhan ekspor di bidang pertanian. Mari selalu laporkan setiap hewan, tumbuhan maupun produk olahannya yang akan dikirim ke luar negeri maupun diantarareakan di dalam wilayah negara Republik Indonesia. (Jup)

Post a Comment

Disqus