Ads (728x90)

Dilihat 0 kali


TEBING TINGGI, Realitasnews.com  - Walikota Tebingtinggi, H. Umar Zunaidi Hasibuan  mengatakan kasus anak stunting di Tebingtinggi persentasenya sangat kecil jika dibanding dengan daerah-daerah lain.

“Pemko Tebingtinggi  menginginkan agar kasus stunting di daerah ini nihil dan secara rutin terus memperhatikan anak-anak stunting tersebut. Serta Petugas kesehatan kami punya data yang lengkap dan mengetahui secara percis rumah tempat tinggal dan tidak ada kendala untuk mengentaskannya,” kata Walikota Tebingtinggi, H. Umar Zunaidi Hasibuan dalam sambutannya saat menghadiri rapat Koordinasi Gugus Tugas Kota Layak Anak yang dilaksanakan di Aula Kantor Balai Kota Tebingtinggi. Rabu (20/02/2019).

Rapat koordinasi itu juga dihadiri oleh Deputi Tumbuh Kembang Anak (TKA) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA ) Republik Indonesia,  Lenny N. Rosalin, SE, M.Sc, M.Fin  serta para Kepala OPD se-Kota Tebingtinggi, tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan Kepala Sekolah, Camat , Lurah, perwakilan pelajar SMP, SMA, SMK dan Perwakilan dari berbagai Instansi Swasta maupun Pemerintah se-Kota Tebingtinggi.

 

Lebih lanjut Walikota Tebingtinggi mengatakan Pemko Tebingtinggi menyiapkan untuk sarana umum dan perkantoran saat ini dilengkapi dengan ruangan bagi ibu-ibu yang ingin menyusui anaknya termasuk juga di kantor Balai Kota Tebingtinggi.

Pemko Tebingtinggi, katanya,  juga  memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi anak untuk mengenyam pendidikan dan tidak ada alasan tidak sekolah karena tidak ada biaya. Bus sekolah gratis juga sudah disiapkan.

Walikota Tebingtinggi juga menyebutkan agar pihak sekolah juga mewajibkan orang tua menjemput anaknya di sekolah.
 
“Semoga dari paparan yang kami sampaikan  selayaknya pula Kota Tebingtinggi menjadi sebuah Kota Layak Anak di Sumatera Utara,” katanya.
 
Thema dari rapat koordinasi ini "Sosialisasi Dan Advokasi Penyelenggaraan Perlindungan Anak Dalam mendukung Tebingtinggi Kota layak Anak"

(SR/Jan)

Post a Comment

Disqus