Ads (728x90)


postviews postviews postviews

Dilihat kali

Rumah Ahmad Syukri di Kampung Ciparanji RT 04 RW 05 Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu, 27 Mei 2017. (Wisma Putra/detikcom)
BANDUNG BARAT, Realitasnews.com  - Pihak keluarga salah satu pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta, tidak menyangka Ahmad Syukri (AS) menjadi bomber dalam peristiwa tersebut.

"Tahu dia (Ahmad Syukri) dari kecil dan sekolahnya masih di daerah sini," kata paman AS, Badrujaman (42), saat ditemui detikcom di Kampung Ciparanji RT 04 RW 05 Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (27/5/2017).
Di mata keluarga, Ahmad Syukri, yang memiliki 2 anak, dikenal sebagai tulang punggung keluarga. Dia menafkahi ibu dan kedua adiknya. "Dia bekerja menjahit di Bandung dan uang hasilnya diberikan kepada ibunya," ucap Badrujaman.

Semenjak pindah ke Garut beberapa bulan lalu, aktivitas Syukri tak terpantau keluarga.

"Kalau di sini AS orangnya baik, tulang punggung keluarga dan tidak ada keanehan. Ya itu, aktivitasnya menjahit. Pas mau pindah ke Garut bilangnya mau usaha dan mesin jahitnya dari sini juga dibawa ke Garut," ujar Abad, sapaan Badrujaman.

Respons serupa disampaikan istri Abad, yang merupakan bibi Syukri, Ai Masruloh (38). Ai mengatakan keponakan dan istrinya dikenal sebagai orang baik. "Tidak ada keanehan, hanya penampilan istri dia emang bercadar," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Sirnagalih Andi Hermawan menuturkan, "Mungkin terbawa-bawa dari di luar. Saya kaget ternyata pelaku bom yang rame di berita itu merupakan warga saya," ucapnya.

Polisi menyebut nama Ahmad Syukri sebagai salah satu pelaku bom bunuh diri setelah melakukan pemeriksaan fisik dan tes DNA. Selain pelaku, bom tersebut merenggut nyawa polisi. Juga melukai 11 orang lainnya.

(detik.com)

Posting Komentar

Disqus