Ads (728x90)


postviews postviews postviews

Dilihat kali


Sekda Kota Tanjung Pinang, Riono (Fhoto : Istimewa)


TANJUGPINANGT, Realitasnews.com  - Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang Drs. Riono, M.Si, didampini Asisten, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Yuswandi memimpin rapat Strategi dan Penilaian Pantau I Adipura Tahun 2016-2017 untuk membicarakan  agar kota Tanjung Pinang bebas dari sampah ditahun 2017 sehingga dapat meraih piala adipura tahun 2016-2017. Rapat tersebut digelar di Ruang Rapat Lantai II Kantor Walikota Tanjungpinang, Selasa (21/2/2017).

Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Drs. Riono, M. Si, mengintruksikan kepada DLH agar membuat surat edaran terkait penghijauan di lokasi pertokoan dan bandara, " Pemiliki pertokoan wajib menanam pepohonan di area tokonya, begitu juga disepanjang jalan Bandara perlu ditanami pepohonan ".

Untuk mewujudkan kota Tanjungpinang bebas sampah tahun 2020 sekaligus meningkatkan peran serta masyarakat dalam mengelola sampah. Pemerintah mengajak seluruh element masyarakat untuk menabung sampah organik seperti plastik, kertas, sampah dan lainnya. Bank-bank sampah yang telah disediakan dimana nantinya sampah sampah rumah tangga ini  akan diolah menjadi kompos yang bisa dibeli oleh masyarakat kota tanjungpinang. Bank pengelolaan sampah merupakan wujud kepedulian dan kerjasama aktif antara pemerintah Kota Tanjungpinang dan masyarakat.

Bank sampah kota Tanjungpinang berada dibeberapa tempat yaitu : Bank Sampah Permai - Jl. Arid Rahman Hakim (Seijang) yang juga menyediakan tanaman hias,kompos,tanah hitam dan kompos cair, Bank Sampah Ahmad Potong Lembu - Jl. Potong Lembu, Bank Sampah Dahlia - Jl. Sultan Mahmud, Gudang Hijau yang juga menyediakan tanaman hias,kompos,tanah hitam dannkompos cair, Bank Sampah Gurindam Seraya - Komplek Bintan Center  yang juga menyediakan kompos,tanah hitam, dan kompos cair, Bank Sampah Kalpataru - Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Tanjungpinang yang buka setiap hari Sabtu, serta Bank Sampah Sementara - Jl. Ganet.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Yuswandi, SH, M.Si, menerangkan dalam penilaian adipura masih ada beberapa titik pantau yang dinilai masih kurang, diantaranya, jalan protokol, terminal, bandara. Sementara itu, pasar, hutan Kota dan taman kota sudah mendapat peningkatan nilai yang cukup baik.

Yuswandi berharap,  beberapa katagori yang dinilai masih kurang baik dalam pantauan pertama Adipura, harus segera diatasi guna meraih lagi piala Adipura Tahun 2016-2017.

Sementara itu, Robert Pasaribu, menyatakan dengan nilai titik pantau yang masih kurang ia menghimbau untuk segera mencari solusi terhadap apa saja yang menjadi kendala dalam mencapai nilai yang diharapkan untuk meraih adipura.

Dalam rangka peningkatan penilaian adipura diderah pemukiman diharapkan kepada lurah dan camat untuk berperan aktif dalam menjaga dan mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan salah satunya dengan mensosialisasi dan menyediakan tempat-tempat pembuangan sampah. 

(hms/Lian)

Posting Komentar

Disqus