Ads (728x90)

Dilihat 0 kali


LINGGA, Realitasnews.com  – Pemkab Lingga melanjutkan launching kegiatan pagi mengaji yang dilaksanakan di Lapangan Merdeka Dabo Singkep, Jumat (26/07/2019). Kegiatan pagi mengaji ini merupakan lanjutan yang sebelumnya sudah dilaksanakan di Halaman kantor Bupati Lingga.

Turut hadir dalam kegiatan pagi mengaji ini, Danlanal, Danramil, perwakilan dari Polres dan Polsek Singkep, Staf Ahli Bupati, Abu Hasyim yang juga pendiri Ponpes Baitul Qur’an beserta staf pengajar; dari Pengadilan Agama, Ketua LAM, Ketua MUI, Kadis Pendidikan, para Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas pendidikan, serta para siswa dan siswi mulai dari TK hingga Sekolah Menengah Atas yang ada di Singkep dan sekitarnya.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Lingga M Nizar yang hadir mewakili Bupati Lingga Alias Wello menyampaikan bahwa terselenggaranya kegiatan ini adalah bentuk keprihatinan pemkab Lingga yang mendapati bahwa masih ada siswa-siswi yang belum bisa membaca Al-Qur’an, yang bahkan terjadi ditingkat SMA. Hal tersebut beliau ketahui saat pelaksanaan kegiatan safari Ramadhan yang baru saja berlalu.

Berangkat dari kekhawatiran tersebut, beliau menggagas kegiatan pagi mengaji selama 15 menit yang sekaligus diharapkan bisa menciptakan suasana yang nyaman dan tentram sebelum memulai aktivitas belajar mengajar.

Sebelumnya, menurut Junaidi selaku Kadis Pendidikan bahwa kegiatan ini ternyata sudah pernah dijalankan dibeberapa sekolah sebelum launcing yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. Namun, hanya beberapa sekolah saja yang menerapkan hal tersebut.

Dengan telah dicanangkannya secara resmi kegiatan pagi mengaji tersebut, maka aktifitas pagi mengaji ini menjadi hal yang wajid dilaksanakan di setiap sekolah sebelum memulai pelajaran.

 

Beliau menambahkan bahwa dilaksanakannya kegiatan ini juga dikuatkan dengan sedikitnya jumlah jam pelajaran agama yang sangat sedikit, yakni hanya 2 jam pelajaran. Maka untuk mewujudkan visi kabupaten Lingga yang ingin menjadikan Lingga sebagai pusat sumber daya kelautan, dan mewujudkan masyarakat yang maju, sejahtera, agamasi dan berbudaya, maka sudah selayaknya kegiatan ini digalakkan oleh Pemkab Lingga.

Terlebih lagi dengan adanya julukan Bunda Tanah Melayu yang diemban oleh Kabupaten Lingga, maka ada stigma yang melekat kepada Melayu tersebut, yakni identik dengan agama Islam. Hal inilah yang menjadi perhatian Pemkab Lingga untuk menyelenggarakan kegiatan positif tersebut.

Beliau berharap dengan adanya kegiatan ini kedepannya tidak ada lagi siswa-siswi Kabupaten Lingga yang beragama Islam yang tidak bisa mengaji. Selain itu, dengan kegiatan ini, beliau juga berharap bisa menekan dan mengurangi angka kenakalan remaja dan anak-anak yang belakangan marak terpengaruh oleh kemajuan teknologi.

Tidak ada paksaan bagi siswa-siswi non muslim untuk mengikuti kegiatan tersebut, dan beliau pun sudah berpesan kepada guru-guru serta pihak sekolah, sekiranya ada siswa non muslim yang ingin berada di luar ruangan saat kegiatan pagi mengaji itu berlangsung, untuk dipersilahkan; dan masuk kembali saat kegiatan belajar mengajar akan dimulai. Namun bagi siswi yang sedang dalam siklus haid, haruslah tetap di dalam ruangan, untuk menyimak dan mendengarkan, agar tetap mendapatkan manfaatnya.

Usai penyampaian sambutan dari Wakil Bupati Lingga, M Nizar acara dilanjutkan dengan mendengarkan penyampaian tausiyah dari Ustad Dasmaroni Wijaya, perwakilan dari Kemenag Kabupaten Lingga. (MC/ Jhoni)

Post a Comment

Disqus