Ads (728x90)

Dilihat 0 kali



ASAHAN, Realitasnews.com – Lima orang pelajar yang sedang bermain di warnet pada jam belajar terjaring rajia yang digelar oleh Satpol PP bersama Polri dan TNI, Senin (29/7/2019).

“ Kami menjaring lima orang pelajar yang berpakaian seragam sekolah SMA di sejumlah warnet yang ada di Kisaran,” kata  Kabid Trantibum Satpol PP Kabupaten Asahan Siti Rosmita saat ditemui sejumlah awak media disela-sela menggelar razia yang disebut razia kasih sayang.

Ia menyebutkan rajia kasih sayang ini akan digelar secara rutin agar para pelajar tidak bolos sekolah lagi. Selain itu rajia yang dibantu oleh Polisi dan TNI ini untuk mendukung visi Kabupaten Asahan mewujudkan masyarakatnya yang Reliqius, Sehat, Cerdas dan Mandiri.

Untuk mewujudkan visi kabupaten Asahan itu, katanya, diperlukan peran serta dari masyarakat dan peran orang tua dan pihak sekolah untuk mengawasi anaknya agar tidak bolos dari sekolah.

“ Setiap si anak berangkat sekolah diharapkan agar diperhatikan orang tua dan pihak sekolah diharapkan selalu koordinasi dengan orang tua atau wali murid jika si anak tidak masuk sekolah,” katanya.

Siti Rosmita yang akrab disapa Mak Iros itu menghimbau agar orang tua benar-benar memperhatikan perkembangan si anak.

“ Kami juga telah menghimbau kepada pemilik warnet agar tidak memperbolehkan para pelajar bermain di warnet di saat jam belajar apalagi berseragam sekolah,” katanya.

Ia menyebutkan ke lima pelajar yang terjaring razia kasih sayang itu langsung di bawa ke kantor Satpol PP Asahan dan diberikan bimbingan serta perjanjian tidak bermain di warnet pada saat jam belajar.

“ Kami akan memanggil orang tua atau wali murid dan pihak sekolah untuk membuat Surat Perjanjian di atas materai agar si anak tersebut tidak bolos sekolah lagi,” katanya.

Mudah-mudahan, lanjutnya, Surat Perjanjian itu membuat si pelajar tersebut kedepannya tidak bolos sekolah lagi dan ia dapat tekun ke sekolah.  (Nes)

Post a Comment

Disqus