Ads (728x90)


postviews postviews postviews

Dilihat kali


Wako Tanjung Pinang, Lis Darmansyah Bersama Penambang Pompong, Supir Lori (Fhoto : Istimewa)

TANJUNG PINANG, Realitasnews.com - Sebanyak 70 orang penambang motor pompong, supir lori dan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Kota Tanjungpinang mengikuti Penyuluhan Peningkatan Kemampuan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut, di Aula Bulang Linggi, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Tanjungpinang, Selasa (25/4/2017).

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH, ditandai dengan pengalungan tanda peserta dan penyerahan bantuan perlengkapan keselamatan kerja kepada peserta.

Walikota H. Lis Darmansyah mengatakan penambang, supir lori dan buruh angkut merupakan penggerak ekonomi di Tanjungpinang, bayangkan saja, jika mereka demo atau tidak mau bekerja, maka akan terjadi stagnan di sektor ekonomi.

Karena itu, penyuluhan peningkatan kemampuan sumber daya manusia perhubungan laut bagi bapak sekalian sangat penting guna menambah pengetahuan dan pemahaman di lingkup kerja bapak sehari-hari. 

Lis mengatakan, program dan penyerahan bantuan perlengkapan keselamatan laut, seperti life jacket, lifebuoys, dan lampu navigasi kepada bapak-bapak, hal ini mungkin biasa, tetapi alat-alat kelengkapan inilah yang jadi andalan jika terjadi musibah di laut.

" Kondisi alam tidak dapat kita prediksi kapan akan terjadi, tetapi paling tidak kita mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan dengan mempersiapkan alat-alat keselamatan yang bisa digunakan saat musibah terjadi. Ia tak menginginkan musibah pompong pulau penyengat lalu terulang kembali ", pungkasnya

Saat ini, pemakaian life jacket sudah semakin berkurang, mungkin hanya sekitar 40 sampai 50 persen saja yang ada, sisanya tak tau ke mana. Kondisi lainnya, masyarakat tak mau memakai dengan alasan kotor dan bau. Lis menyarankan, supaya untuk cari formulasi, supaya life jacket yang dipakai penumpang higienis dan ketersediaannya.

 " Bapak-bapak sebagai penambang pompong punya kewajiban untuk mengingatkan para penumpangnya bahwa penting memakai life jacket untuk keselamatan di laut ", ucapnya

Mengenai arus bongkar muat, kedepan bila pembangunan Tanjung Moco selesai akan difungsikan sebagai pelabuhan bongkar muat dan kontainer, sementara pelabuhan batu 6 untuk bongkar muat antar pulau. Namun wacana ini belum pasti, kami masih perlu membahas dan duduk bersama dengan stakeholder terkait.

Lis berharap melalui penyuluhan ini, bapak akan dibekali mengenai aturan dan konsekuensi yang harus dipahami sesuai peraturan yang berlaku. Mudah-mudahan memberikan manfaat bagi bapak sekalian, Mari kita jaga kondisi keamanan saat bekerja, ikuti kegiatan ini dengan baik." pesannya.

Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang, Abu Mansur, S. Sos, menjelaskan tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman penambang terkait keselamatan laut, pemaham supir lori akan ketertiban bongkar muat yang terangkum dalam Undang-Undang nomot 17 thn 2008 tentang pelayaran.

Jumlah peserta yang ikut dalam penyuluhan ini sebanyak 70 orang terdiri dari, perwakilan penambang pompong pulau penyengat 25 orang, pelantar I 10 orang, Pelantar II 10 orang, buruh KUD 5 orang, TKBM 10 orang dan supir lori 10 orang. Peserta akan diberikan materi dari narasumber yang berasal dari Sahbandar, KSOP, Polair, dan Lantamal IV." terangnya

Hadir pada acara itu Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Drs. Ali Hisyam, Jasa Raharja, dan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepri.(Hms/lian)


Posting Komentar

Disqus