Ads (728x90)

Dilihat 0 kali


LINGGA, Realitasnews.com
  – Pemkab Lingga melalui dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga, mengelar Parade Tari Daerah Tingkat Kabupaten Lingga yang dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Lingga. (28/06/2019).

Kegiatan ini dimulai dengan penampilan Tari Persembahan, yang dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh M. Amin, perwakilan dari Kantor Kemenag Kabupaten Lingga; yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Laporan Ketua Panitia Pelaksana oleh Kabid Sejarah, Purbakala dan Permuseuman, H. Nadar.

Hadir pada acara tersebut, istri Wakil Bupati Lingga, para Kepala OPD Kabupaten Lingga, Ketua LAM Kabupaten Lingga, Ketua MUI Kabupaten Lingga beserta anggota, serta Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Lingga, perwakilan dari Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri, Asisten Administrasi Umum, Staf Khusus Kabupaten Lingga, Staf Ahli Kabupaten Lingga, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lingga beserta pengurus, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lingga, Camat, Lurah dan Kades se- Kabupaten Lingga, seniman musik dan tari, serta para budayawan lokal.

Adapun dasar pelaksanaan kegiatan tersebut, seperti yang disampaikan oleh H.Nadar pada kesempatan itu,  adalah berdasarkan Surat Keputusan Bupati Lingga No. 13.01/DPA/I/2019 tanggal 3 Januari 2019 tentang dokumen pelaksanaan anggaran organisasi perangkat daerah Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga tahun 2019, selanjutnya kegiatan ini juga didasari dengan adanya Surat Keputusan Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga tentang panitia kegiatan parade tari daerah Kabupaten Lingga tahun 2019 No. 030/KPTS/VI/2019 tanggal 27 Juni 2019.

Beliau juga menyampaikan bahwa maksud dan tujuan terselenggaranya kegiatan ini adalah untuk mendukung visi misi Kabupaten Lingga, terutama di bidang kebudayaan; menyeleksi para peserta parade tari dari masing-masing kecamatan, dimana diantara pemenang tersebut akan menjadi utusan Kabupaten Lingga ditingkat provinsi Kepri yang akan digelar di Tanjungpinang.

 

Ia menyebutkan kegiatan ini juga dimaksudkan untuk melestarikan khazanah budaya Melayu, terutama dibidang seni tari dengan menyediakan wadah bagi kalangan generasi muda untuk melakukan kegiatan positif dan menjaga nilai-nilai tradisi budaya Melayu, guna membentengi para generasi muda dari pengaruh budaya asing.

Kemudian dijelaskan juga oleh beliau, bahwa sasaran kegiatan ini adalah sebagai salah satu usaha pelestarian, pengembangan budaya, serta memberikan kesempatan kepada para seniman tari dan musik untuk memperluas kreatifitas dan wawasan di tingkat daerah.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini diprogramkan bagi sanggar-sanggar seni yang ada di Kabupaten Lingga, agar dapat berperan dalam pelestarian seni tari Melayu di Kabupaten Lingga, Bunda Tanah Melayu.

Untuk diketahui, pelaksanaan rangkaian kegiatan yang digelar pada tanggal 28 hingga 29 Juni 2019 ini, diikuti oleh beberapa sanggar yang ada di seluruh kecamatan di Kabupaten Lingga, dengan total peserta mencapai 200 orang.

Sementara itu, Bupati Lingga, Alias Wello dalam sambutannya yang disampaikan oleh Staf Ahli Kabupaten Lingga, Drs.Idrus mengatakan bahwa Pemkab Lingga melalui dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga, akan terus melakukan pembinaan dan pelestarian terhadap kesenian Melayu, guna memperkokoh jati diri masyarakat Kabupaten Lingga khususnya dan Provinsi Kepulauan Riau pada umumnya.

Pada kesempatan ini juga akan ditampilkan ragam kesenian Melayu, yang menunjukkan bahwa Pemerintah Daerah sangat peduli terhadap perkembangan kebudayaan dan seni, yang diharapkan bisa membentengi para generasi muda dari perilaku negatif yang cenderung dengan mudah diperoleh melalui teknologi, yang bisa menyebabkan terjadinya degradasi moral di kalangan generasi modal.

Beliau berharap, dengan adanya kegiatan ini, para generasi muda bisa menyibukkan diri dengan hal-hal yang bersifat positif.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa dalam pelaksanaan parade tari tingkat provinsi Kepri yang dilaksanakan di Kabupaten Natuna pada tahun lalu, Lingga berhasil meraih juara ketiga. Namun pada tahun ini, beliau berharap agar kabupaten Lingga bisa mengulang sejarah, meraih prestasi terbaik, hingga mewakili provinsi Kepulauan Riau di tingkat Nasional seperti yang pernah terjadi pada tahun 2013 lalu, di Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta.

 

Selanjutnya, beliau juga berharap adanya peran penting dari semua pihak yang bergerak di bidang seni budaya, untuk terus membantu pemerintah daerah dengan saling memelihara dan melakukan pembinaan-pembinaan generasi muda, sehingga seni budaya Kabupaten Lingga dapat terus lestari dan dikenal baik di dalam maupun diluar daerah.

Selanjutnya dengan disaksikan oleh Asisten Administrasi Umum, Kadis Kebudayaan, Kadis Parpora, serta Danramil Lingga, acara secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Bidang Pariwisata, Koperasi dan Industri Kreatif Kabupaten Lingga, M.Idrus yang ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 3 kali.

Untuk diketahui, pada malam pembukaan parade tari tersebut, hadir sejumlah wisatawan lokal dan asing yang tergabung dalam rombongan Fam Trip yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Lingga.

Mereka terlihat sangat antusias dan berbahagia dapat hadir pada kesempatan itu, terlebih lagi setelah melakukan kunjungan dibeberapa tempat wisata pada siang harinya, dan malamnya disuguhi dengan ragam kegiatan seni tari.

Tidak hanya sampai disitu, mereka juga diberikan kesempatan untuk bergabung dengan para penari Joget Dangkong dari Singkep Selatan yang tak ayal semakin menyemarakkan suasana.

Saat diminta menceritakan pengalamannya selama di Kabupaten Lingga, salah seorang turis asal Kazakhtan mengungkapkan bahwa Air Terjun Resun yang mereka kunjungi pada siang hari tadi, merupakan air terjun terbaik yang pernah dikunjunginya selama ia berada di Kepri. “Sungguh suatu pengalaman yang luar biasa”, ujarnya dalam bahasa Inggris.

Keramah tamahan dan keceriaan ini, diharapkan mampu menjadi ingatan bagi mereka dan mempromosikan  tentang keindahan Kabupaten Lingga kepada calon turis-turis asing lainnya. Diakhir acara, mereka mengambil kesempatan untuk berfoto dan mengabadikan momen bersama para penari dan pejabat tinggi daerah Kabupaten Lingga. Kehangatan ini, diharapkan akan terus hidup di Bumi Bunda Tanah Melayu.
 
(MC/RSJhoni)

Post a Comment

Disqus