Ads (728x90)

Dilihat 0 kali



BATAM, Realitasnews.com – Pengamat Bisinis Kota Batam,Thomas A.E kerap mengatakan akhir-akhir ini banyak menemukan harga gas elpiji 3 kilogram melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).
Ia menyebutkan gas elpiji 3 Kg sesuai HET nya Rp 18 ribu,-  namun ia menemukan disejumlah tempat ada yang menjualnya dengan harga Rp 21 ribu,-

Selain itu Thomas menyebutkan bobot gas tidak sesuai, seperti gas elpiji 3 Kg berat tabungnya itu 5 Kg dan jika diisi gas elpiji sebanyak 3 Kg maka beratnya seharusnya 8 Kg  namun kadang ditemui bobotnya ada yang 7,8 Kg atau 7,9  Kg.

Ia mengharapkan agar pihak Pertamina melakukan pengawasan dan pengawasannya tidak saja di distributor saja namun pengawasan juga harus dilakukan hingga ke pangkalan  gas elpiji.

 

“ Kalau dihitung - hitung, di Kepri ini ada jutaan orang menggunakan gas elpiji jika satu tabung beratnya berkurang 2 ons saja, anda tentu sudah bisa membayangkannya berapa ton kekurangan gas elpiji itu,”

Ia mengatakan kurangnya pengawasan dari pihak Pertamina mengakibatkan masyarakat selaku konsumen sudah dirugikan hal ini sudah melanggar UU nomor 18 tahun 2019 tentang Perlindungan Konsumen.

“ Konsumen sudah dirugikan dari sisi beratnya dan harga yang tidak sesuai dengan HET,” katanya.

Ia mengharapkan agar instansi terkait tidak hanya bekerja dibalik meja tetapi harus turun ke lapangan untuk mengawasi distribusi gas elpiji,” katanya.

Saat dikonfirmasi sejumlah awak media terkait masalah ini ke Kantor Pertamina Cabang Batam di Batam Centre, Batam, pihak keamanan dan reseptionis mengatakan yang berwenang memberikan keterangan atas hal itu adalah Sales Executive, Wiliam, namun ia tidak berada di tempat sedang berada diluar. (Lian/IK/AP)

Post a Comment

Disqus