Ads (728x90)


postviews postviews postviews

Dilihat kali

Walikota Tanjung Pinang, Lis Darmansyah  Berfhoto Bersama Dengan Anak Balita Dan Orang Tua (Fhoto : realitasnews.com)  
TANJUNGPINANG, Realitasnews.com – Puluhan masyarakat Tanjung Pinang yang di dominasi oleh masyarakat yang berprofesi dibidang kesehatan berkumpul di pelataran Tourism Information Centre (TIC) Gedung Laman Boenda Tepi Laut untuk  mengikuti senam prolanis, pada Sabtu (12/11/2016).

Senam prolanis ini mengusung tema Indonesia Cinta Sehat " Masyarakat Hidup Sehat, Indonesia Kuat " di gelar dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke 52 yang jatuh pada 12 November 2016.

Acara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) dimulai dengan senam prolanis yang mengusung Tema tersebut dimaksud untuk membangkitkan kembali pesan-pesan kesehatan bahwa sehat itu harus dijaga, bergaya hidup sehat, berpartisipasi aktif dalam jaminan lesehatan Nasional, sehingga nantinya akan terbangun kemandirian yang sadar akan lesehatan untuk mencapai pada Indonesia sehat," Ucap Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH, saat menyampaikam sambutan Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K).

Tantangan kesehatan saat ini, lanjut Lis, Indonesia menghadapi masalah kesehatan triple burden yaitu masih tingginya penyakit infeksi, meningkatnya penyakit tidak menular dan muncul kembali penyakit-penyakit yang seharusnya sudah teratasi.

" Kematian yang diakibatkan oleh penyakit tidak menular yaitu stroke menduduki peringkat pertama, dengan demikian trend ini kemungkinan akan berlanjut seiring dengan perubahan perilaku hidup di masyarakat, dan ini menjadi ancaman bagi produktifitas bangsa ini, usia produktif yang besar dan seharusnya bisa memberikan kontribusi pada pembangunan akan terancam apabila derajat kesehatannya terganggu oleh penyakit tersebut dan perilaku hidup yang tidak sehat ", Ucap Lis

Untuk mengatasi hal tersebut, maka perlu upaya pendekatan promotif dan preventif yang efektif. Pada dasarnya pencegahan penyakit tidak menular maupun menular sangat tergantung  pada perilaku individu, kemudian didukung dengan kualitas lingkungan, ketersediaan sarana dan prasarana, peningkatan pelayanan kesehatan, serta menciptakan daya kesehatan yang berkualitas dan dukungan regulasi.

Melalui peringatan HKN ini, Lis berharap ada bukti dari pelayanan kesehatan, agar setelah acara ini, tidak ada satupun sampah yang tertinggal di area laman boenda ini, meskipun bukan kita yang buang, punggut dan buanglah pada tempatnya.

Mengingat dalam waktu dekat ini, kita akan kedatangan tim penilai adipura, saat ini Kelurahan, RT/RW dan masyarakat sedang giatnya melakukan gotong royong di wilayahnya, untuk itu, Lis minta kepada seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungannya," Jadikan kesadaran pada diri kita untuk buang sampah pada tempatnya, lingkungan bersih, masyarakat sehat, dan Kota kita pun bersih, nyaman dan layak untuk kita tinggal bersama ", Pesan Lis

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam, SKM, S. Mi, memaparkan bahwa saat ini meningkatnya kematian dan kesakitan Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti stroke, jantung, diabetes, dan lain-lain.  Meskipun kematian dan kesakitan akibat Penyakit Menular (PM) semakin menurun, namun prevalensi penyakit secara umum masih cukup tinggi.

" Periode 1990-2015 pola kematian akibat PTM semakin meningkat dari 37 persen menjadi 57 persen, akibat PM menurun dari 57 persen menjadi 38 persen, dan akibat kecelakaan akan meningkat dari 7 persen menjadi 13 persen, trend ini kemungkinan akan berlanjut seiring dengan perubahan perilaku hidup masyarakat ", Pungkasnya

Untuk itu, pemerintah mencanangkan sebuah gerakan untuk mendorong masyarakat berperilaku hidup sehat dengan pendekatan keluarga melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), hal ini untuk mengedukasi masyarakat agar berperilaku sehat dan memberikan tanggungjawab menjaga diri sendiri, keluarga, dan lingkungannya, " Sehat adalah milik kita, tidak pandang usia, kita harus cinta sehat sejak usia dini hingga lanjut usia ".

Ada beberapa pesan pembangunan kesehatan yang perlu dilakukan oleh masyarakat, yakni lakukan aktifitas fisik secara teratut, konsumsi sayuran dan buah setiap hari, cek kesehatan secara rutin, dan jaga kebersihan lingkungan untuk kesehatan." Tambahnya

Selain senam prolanis, Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang membuka stand kesehatan yang memberikan pelayanan pengobatan gratis meliputi cek gula darah, kolestrol, tensi, deteksi katarak, serta konseling kesehatan anak.

Rangkaian kegiatan sampena HKN ke-52 tingkat Kota Tanjungpinang telah dilaksanakan sejak 11 s.d 10 November 2016, diantaranya Bakti Sosial pelayanan Lansia gratis dengan jumlah yang dilayani 568 orang,  Pemeriksaan IVA bagi wanita subur sebanyak 271 orang, pemeriksaan payudara klinis (sadanis) sebanyak 307 orang.

Acara itu juga disejalankan dengan Pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) sekaligus penandatanganan prasasti ruang hemodialisis (cuci darah) RSUD, yang dilakukan oleh Walikota, H. Lis Darmansyah, SH, didampingi Wakil Walikota, H. Syahrul, S. Pd, Dirut RSUD Tanjungpinang, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, serta unsur FKPD Kota Tanjungpinang.

Hadir pula, Ketua TP-PKK Kota Tanjungpinang, Hj. Yuniarni Pustoko Weni, SH, Ketua GOW, Juariah Syahrul, serta jajaran pejabat di lingkup Pemerintah Kota Tanjungpinang.



(pay/hms)

Posting Komentar

Disqus