Ads (728x90)


postviews postviews postviews

Dilihat kali

Staf Ahli Komisi III Kota Batam Saling Memberikan Cendera Mata
Kepada Komisi D DPRD Jepara, Jawa Tengah (Fhoto : realitasnews.com ) 
BATAM, Realitasnews.com – Komisi  III DPRD Batam menerima kunjungan komisi D DPRD kabupaten Jepara, provinsi Jawa Tengah, Selasa pagi (22/11/2016). Kunjungan komisi D Jepara yang membidangi pembangunan dan infrastruktur ini bertujuan untuk studi banding dan saling tukar pikiran dengan komisi III DPRD kota Batam dan dinas PU kota Batam.

Beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan ini adalah Pembangunan Infrastruktur yang menunjang kepariwisatawan dan penataan Ruang dan Ruang Terbuka Hijau ( RTH).


Namun sangat di sayangkan pertemuan tersebut membuat kecewa anggota DPRD Jepara pasalnya tak satupun anggota komisi III DPRD Kota Batam hadir  menyambut kunjungan anggota DPRD Jepara ini lantaran komisi III sedang melakukan dinas keluar kota.

Kepala Bidang program Dinas PU kota Batam Metha juga menyampaikan maaf dari kepala Dinas PU Kota Batam, I r Yumasnur tidak bisa hadir dalam pertemuan tersebut lantaran sedang melakukan dinas luar.

Saya baru tahu ada staf ahli untuk komisi DPRD, mudah mudahan kedepan setiap komisi di DPRD Jepara juga memiliki staf ahli,” kata ketua Komisi D DPRD Jepara, H Agus Sutisna SH MH dengan nada sindir.   

Pertemuan tersebut, hanya di pimpin oleh staf ahli komisi III DPRD kota Batam, Imam. Ia menyebutkan kota Batam ibarat kapal memiliki dua nahkoda jika kedua nahkoda sejalan maka pembangunan kota Batam akan pesat namun jika kedua nahkoda tersebut tidak sejalan maka pembangunan kota Batam akan sangat terhambat.

Kepala Bidang Program Dinas PU kota Batam, Metha menyebutkan bahwa saat ini pertumbuhan ekonomi kota Batam sangat pesat, ditunjang dari dua sector yakni sector pariwisata dan dan sector industry.

“Sumbangan terbesar untuk PAD kota Batam adalah dari sector pariwisata,” kata Metha.
Kunjugan wisata di Batam,kata Metha, nomor 3 di Indonesia setelah Bali dan Jakarta.

Ia juga mengatakan pajak restoran dan perhotelan nilai juga cukup tinggi untuk menyumbang PAD kota Batam.

Pembangunan Infrastruktur jalan, kata Meta, yang dibangun oleh pemerintah pusat melalui pemerintah pusat sepanjang 76 kilometer, jalan yang dibangun pemerintah provinsi sepanjang 160,2 kilometer, dan jalan yang dibangun pemerintah kota Batam sepanjang 852,5 kilometer.

Infrastruktur yang dibangun oleh BP Batam,lanjut Metha, berupa Rumah Sakit, Bandara Hang Nadim, Pelabuhan maka jalan yang menuju akses ke infrastruktur tersebut di bangun oleh BP Batam.

“ Saat ini APBD kota Batam sebanyak 2,5 Triliun sedangkan BP Batam sebanyak 10 triliun,” kata Metha.


(Pay)

Posting Komentar

Disqus