Ads (728x90)

Dilihat 0 kali

 

JAKARTA,Realitasnews.com - Mabes Polri menyebut sejumlah teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang ditangkap di Bekasi kemarin, merupakan kelompok yang terstruktur. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, selain memiliki tujuan menyerang anggota kepolisiaan para teroris itu juga akan menyerang masyarakat yang hendak melakukan aksi dalam Pemilu 2019.

"Yang bersangkutan akan memanfaatkan momentum Pemilu ini khususnya yang ada di Jakarta. Ketika di Jakarta ini ada unjuk rasa dan unjuk rasa ini mengarah pada tindakan anarkis dan chaos, nah ini merupakan momentum bagi yang bersangkutan untuk melakukan serangan aksi bom bunuh diri," kata Dedi dalam konfrensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (6/5/2019)

Menurutnya potensi kekacauan saat dilakukan aksi saat Pemilu memang menjadi keinginan para pelaku teror. Dengan begitu satu persatu mereka akan melakukan aksi teror dan menjalar ke berbagai wilayah. 

"Mereka menghendaki seperti itu. Apabila ada kejadian semacam people power itu sebagai sarana bagi kelompok itu untuk langsung melaksankan aksi terorismenya. Aksi serangannya dan ini berbahaya," ungkapnya.

Dedi mengatakan, alasan penyerangan terhadap kelompok masyarakat sendiri dilakukan karena momentum yang pas untuk membuat kegaduhan besar sehingga akan memengaruhi masyarakat. 

"Mengapa masyarakat dalam konteks people power juga dijadikan sasaran? Dia memanfaatkan momentum itu untuk membuat suatu kegaduhan yang lebih kuat secara massif. Memancing dan memantik. Dengan adanya serangan itu maka emosi masyarakat akan menjadi teroengaruh dan ini berbahaya," tukasnya.
(okezone.com)

Posting Komentar

Blogger Disqus