Ads (728x90)

Dilihat 0 kali

Buhari Dan IstriNya Datang Dari Malaysia Mencari Jenajah Keponakannya Yang Hingga Kini Belum Ditemukan (Fhoto : realitasnews.com)
BATAM, Realitasnews.com - Sepasang suami istri Buhari dan Aminah datang dari Malaysia ke posko Rumah Sakit Bhayangkara Batam, Polda Kepri untuk mencari jenajah keponakannya bernama Edi Suharman Bin Junaidi salah satu penumpang kapal kayu yang tenggelam lantaran diterjang ombak pada Rabu (2/11/2016) dini hari.

Buhari dan istrinya tiba di Batam pada Jumat ( 4/11/2016) siang, saat tiba di pos instalasi forensik posko pos Morten di Rumah Sakit Bhayangkara Batam, Polda Kepri ia langsung  melihat satu persatu jenajah yang sudah ditemukan tetapi ia tidak menemukan jenajah keponakannya.

Pria asal Jambi ini menyebutkan almarhum Edi Suharman Bin Junaidi sudah bekerja di Malaysia bersamanya selama 9 tahun.

" Almarhum di Malaysia kerjanya sembrawut," kata Buhari.

Ia mengakui terakhir ketemu dengan almarhum pada Senin (1/4/2016) sore lalu, almarhum datang ke rumahnya di Johor Malaysia untuk pamit mau pulang ke Indonesia dengan jalur ilegal.

" Paman saya mau balik ke Jambi dulu melalui Batam pada Selasa (1/11/2016) malam dengan jalur ilegal menggunakan kapal kayu," kata Buhari meniru ucapan almarhum.

Pada Selasa malam, lanjut Buhari, almarhum menghubunginya melalui telepon selulernya untuk memastikan bahwa ia akan berangkat ke Batam.

Mengetahui keponakannya akan pulang ke Jambi, Buhari pun berniat datang ke Batam pada Rabu (2/11/2016) pagi.

" Saya berniat ke Batam hendak mengantarkannya balik ke Jambi," kata Buhari sambil menghapus air matanya.

Namun ia sangat terkejut pada Rabu (2/11/2016) pagi sekitar pukul 08 WIB saat menonton berita di televisi bahwa ada kapal kayu yang mengangkut TKI ilegal tenggelam di perairan Tanjung Benbam, Nongsa, Batam.
"Saat menonton berita itu saya langsung menelepon tekong kapal yang mengurusnya di Malaysia, tekong tersebut menyebutkan bahwa keponakannya almarhum Edi merupakan salah satu penumpang kapal kayu yang tenggelam tersebut, "jelasnya

Lanjut Buhari, bahwa keponakannya  ikut berangkat ke Batam namun tekong tersebut menyebutkan tidak mengetahui apakah almarhum selamat atau meninggal dunia," kata Buhari.

Setelah mengetahui keponakannya almarhum Edi ikut tenggelam bersama TKI ilegal lainnya ia bersama istrinya langsung ke Batam untuk mencari jenajah keponakannya tersebut.

Namun sangat di sayangkan hingga Jumat (4/11/2016) sore tim Basarnas belum berhasil menemukan jenajah almarhum Edi.

"Saya sangat berharap agar jenajah almarhum Edi dapat segera di temukan pak," kata Buhari.

Kapolda Kepri, Brigjen Pol Sam Budigusdian mengatakan hingga Jumat (4/11/2016) siang jumlah seluruh korban yang sudah berhasil ditemukan sebanyak 96 orang terdiri dari  77 orang laki laki, 16 orang perempuan dan 2 orang anak balita perempuan.

Dari keterangan saksi atau korban yang selamat, jumlah penumpang kapal kayu tersebut sebanyak 105 orang, korban yang meninggal dunia yang sudah ditemukan sebanyak 54 orang terdiri dari  39 orang laki laki, 13 orang perempuan dan 2 orang anak balita perempuan.

"Korban yang meninggal dunia yang baru berhasil di identifikasi sebanyak 12 orang sementara sisa korban yang belum berhasil ditemukan sebanyak 6 orang "terang Sam.

Hingga saat ini tim Basarnas bersama TNI AL, Dir Polair Polda Kepri, dan KPLP masih terus melakukan pencarian dari sisa korban kapal kayu tersebut.

Post a Comment

Blogger Disqus