Ads (728x90)

Dilihat 0 kali

Walikota Tanjung Pinang Lis Darmansyah Di dampingi Istrinya Hj Yuniarni Pustoko Weni Melepas Balon Saat Acara Hand Hygiene Dance Competition (Fhoto : realitasnews.com) 
TANJUNG PINANG, Realitasnews.com - Cuci tangan sudah menjadi budaya sejak turun-temurun yang diajarkan orang tua pada masa dahulu, namun budaya ini sempat dilupakan dan terabaikan, padahal ini merupakan salah satu upaya untuk menjaga kebersihan diri maupun lingkungan.

" Dulu saja orang tua selalu mengajarkan saya, mau masuk ke rumah terlebih dahulu harus cuci tangan dan cuci kaki, dan didepan rumah sudah tersedia gentong berisi air, nah.. hal-hal inilah yang perlu kita galakkan kembali kepada masyarakat ".kata Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH, saat membuka acara Hand Hygiene Dance Competition, di RSUD Kota Tanjungpinang, Sabtu (5/11/2016).

Acara yang diikuti oleh tenaga kesehatan, perawat, dan dokter tersebut dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional Ke- 52 tahun 2016.

Lis menambahkan, harus diakui bahwa masih banyak orang yang malas untuk cuci tangan, karena menggangap hal ini sepele, untuk itu, perlu komitmen dari seluruh elemen masyarakat, pimpinan rumah sakit, para dokter dan tenaga kesehatan untuk mensukseskan budaya cuci tangan di masyarakat.

" Setiap sosialisasi harus dilakukan dengan baik dan  diimplementasikan di lapangan, bagaimana instrumen kepatuhan cuci tangan yang baik dan benar, baik itu di lingkungan rumah sakit, sekolah, kantor, rumah maupun lingkungan masyarakat, sehingga budaya itu menjadi sebuah kebiasaan yang utama dilakukan ", Tandas Lis

Yang terpenting, kata Lis, perilaku mencuci tangan harus dimulai dari diri sendiri, dengan demikian kita bisa ajarkan kembali kepada orang lain akan pentingnya menjaga kebersihan diri sekaligus dan kita menjadi orang yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kebersihan lingkungan," Tutup Lis

Sebelumnya, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tanjungpinang, dr. Edi Sobri, SP. PD, menjelaskan rumah sakit dikenal sebagai tempat yang terjaga kebersihannya, demikian pula petugas pelayan kesehatan harus bisa menjaga kebersihan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat agar tidak terjadi penularan infeksi.

Untuk mencegah hal itu, sambung Edi, maka kita lakukan penandatanganan komitmen bersama, mulai dari dokter, staf kepegawaian, perawat, hingga security akan pentingnya mencuci tangan dan menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit.

" Ini kita lakukan agar kebersihan tangan selalu di taati oleh para pekerja rumah sakit, khususnya dokter dan perawat, apalagi ketika menangani pasien atau  melakukan tindakan medis, hal ini harus dilakukan demi kelangsungan pelayanan publik di rumah sakit ", Tuturnya.

Acara pun semakin heboh, ketika panitia pengendalian infeksi melakukan demo cuci tangan di hadapan Walikota beserta istri Hj. Yuniarni Pustoko Weni, SH, demo cuci tangan itu dikreasikan mereka dengan penampilan dance, para penonton yang menyaksikan pun ikut bergoyang seiring dengan musik yang di mainkan.

Meski hujan deras tak mengurangi semangat para peserta untuk ikut berlomba menampilkan berbagai kreasi cuci tangan melalui gerakan dance (tarian), tak hanya itu, para peserta terlihat mengenakan bermacam aksesoris dan busana unik untuk menarik perhatian para juri.

Sebanyak 100 orang yang ikut dalam lomba dance hand hygiene, yang terbagi dalam 20 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang.

Acara turut dihadiri, Direktur RSUP Provinsi Kepri, Direktur RS AL, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, dr. Eka Hanasarianto, M. Kes, Kepala Dinas Kesehatan, Rustam, SKM, M. Si, serta seluruh jajaran pegawai rumah sakit.


(pay/hms)

Post a Comment

Blogger Disqus