Ads (728x90)


postviews postviews postviews

Dilihat kali

Dedy Novly dan Adiknya Sabdam Husein Terdakwa Kasus Pembunuhan (Fhoto : realitasnews.com) 
BATAM, Realitasnews.com - Nurhasiah, ibu dua anak warga rumah liar di samping kantor Dinas PU kota Batam, Sekupang harus kehilangan suaminya akibat dipukul dengan pipa besi oleh Dedy Novli Harahap kakak pacar dari Sakinah lantaran Sakinah tidak terima disebut Nurhasiah sebagai bidadari.

Peristiwa perkelahian antara korban, Almarhum Dody Nurmanto suami Nurhasiah dengan Dedy Novli Harahap dibantu adiknya Saddam Husein Harahap terungkap dipersidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (4/10/2016) sore.

Sidang dipimpim oleh ketua majelis hakim Zulkifli SH bersama hakim anggota Iman Budi Putra Noor SH dan Hera Polosia Destiny SH.

Kepada Majelis hakim lima orang saksi yang merupakan istri, adik dan keluarga korban yakni, istri korban Nurhasiah , Heri Mulia Harahap, Watiah Harahap merupakan bibi korban, Sehat Martuah Harahap adik korban, Heriadi Nasution tetangga korban.

Kelima saksi mengaku melihat terdakwa Dedy Novli Harahap memukul korban dengan pipa besi dan melihat adik terdakwa yakni Saddam Husein Harahap memukul korban walau sudah terjatuh.

Perkelahian tersebut berawal ketika Sakinah pacar terdakwa Saddam Husein Harahap bertandang kerumah korban dan kemudian Nurhasiah melihat Sakinah lalu menyebutkan oh rupanya bidadari si Saddam Husein datang.

'Melihat Sakinah datang saya hanya bercanda yang mulia menyebut ia rupanya bidadari Sakinah datang, "ujar Nurhasiah dengan suara parau lantaran ia menangis sambil bercerita.

Tidak terima disebut bidadari, ketika Sakinah bertemu dengan Heri Mulia, Sakinah menceritakan kepada Heri Mulia ia tidak terima disebut sebagai bidadari sambil memaki Nurhasiah.

"(Maaf) Bujang Inana itu si Nurhasiah aku dipanggilnya bidadari bukan dia yang kasih makan saya," ujar Heri Mulia menceritakan ucapan Nurhasanah kepada majelis hakim.

Kemudian pada Minggu (5/6/2016) malam ketika Heri Mulia datang ke rumah korban hendak mengambil piring ia menceritakan apa yang dikatakan Sakinah kepada korban dan istrinya, Nurhasiah.

"Heran aku kok Sakinah marah marah dan memaki maki kakak," jelas Heri Mulia

Mendengar istrinya dimaki maki oleh Sakinah, korban Dody Nurmanto langsung mengatakan kepada kedua terdakwa yang kebetulan ada di depan rumahnya agar menasehati Sakinah lantaran telah mengucapkan kata tidak senonoh kepada istrinya.

"Hei Saddam Husein kamu nasehati pacar kamu si Sakinah itu belum lagi ia menjadi ibu ibu mulutnya sudah tidak tahu ngomong,"cerita Nurhasiah meniru ucapan almarhum suaminya.

Mendengar suara korban yang cukup keras, kwatir terjadi hal yang tidak di inginkan, Watiah Harahap  bibi dari korban langsung menghampiri kedua terdakwa dan menyuruh agar mereka pergi.

"Kalian berdua pergi saja dari sini jangan bikin rusuh disini," kata Watiah kepada majelis hakim.

Saat Watiah menghampiri kedua terdakwa ia tidak tahu bahwa korban bersama istrinya, Nurhasiah mengikut dia dari belakang.

"Saya tidak perhatikan yang mulia rupanya saat saya menghampiri kedua terdakwa korban bersama istrinya mengikuti saya dari belakang,"kata Watiah

Tidak terima dinasehati dan disuruh pergi, terdakwa Dedy Novly Harahap memukul Watiah Harahap.

Melihat bibinya dipukul, korban langsung menegur Dedy Novly Harahap dan cekcok adu mulut pun terjadi.

Lantaran suasana sudah memanas entah bagaimana rekan kedua terdakwa Yaser yang hendak membela kedua terdakwa terlibat perkelahian dengan Heri Mulia.

Korbanpun terlibat perkelahian, Ia dikeroyok kedua terdakwa.

Melihat abangnya dikeroyok, Sehat Martua Harahap langsung membela korban dan ia terlibat perkelahian dengan Saddam Husein.

Bahkan Sehat Mulia Harahap memukul kepala terdakwa Dedy Novly dengan helm, tidak terima Ia dipukul dengan helm, Dedy Novly langsung mengambil pipa besi yang tidak jauh dari mereka dan langsung memukul dari belakang.

"Begitu Dedy mengambil pipa besi Ia langsung memukul bagian belakang kepala suami saya hingga terjatuh,"jelas Nurhasiah sambil menghapus air matanya dengan jilbabnya.

"Korban terjatuh dua kali yang mulia," kata Sehat

Bahkan ketika sudah terjatuh, lanjut Sehat, Saddam Husein menghampiri korban dan memukuli kepalanya.

Melihat suaminya dipukuli, Nurhasiah yang saat itu mengendong anaknya yang berumur dua tahun langsung berteriak melepaskan anaknya dan menghampiri suaminya yang sudah pingsan.

Nurhasiah dibantu saksi lainnya langsung mengangkat korban ke rumahnya, mengetahui korban menderita luka serius dibagian belakang kepalanya mereka langsung membawa korban ke rumah sakit otorita Batam.

Sementara kedua terdakwa bersama temannya Yaser langsung pergi dengan menggunakan sepeda motor mereka.

Esok harinya . Senin (6/6/2016) pagi pukul 06 wib korban Dody Nurmanto menghembuskan napas terakhirnya. Sedangkan kedua terdakwa bersama temannya Yaser langsung diamankan polisi.

Seluruh keterangan kelima saksi dibenarkan oleh kedua terdakwa, namun terdakwa Dedy Novly mengaku Ia memukul korban dengan pipa besi lantaran Sehat Martuah Harahap adik korban duluan memukul kepalanya dengan helm akibatnya Ia menjadi khilaf dan emosi mengambil pipa besi dan memukul bagian belakang kepala korban.

Sementara terdakwa Saddam Husein mengakui Ia memukul korban hanya dengan menggunakan tangan saja tidak memakai benda apapun.

Sidang dilanjutkan pekan depan dengan menghadiri saksi lainnya Sakinah dan saksi lainnya, kedua terdakwa dijerat pasal 170 junto pasal 328 KUHP. (Pay)



Posting Komentar

Disqus