ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Sponsor

 Space Iklan Kosong...!! Pajang iklan Anda disini Hubungi Redaksi
Menlu Australia Julie Bishop bersama Menlu Retno Marsudi di Istana Merdeka, Jakarta, (Fhoto : realitasnews.com 
Nusa Dua, Realitasnews.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia, Julie Bishop, mengapresiasi kepemimpinan Indonesia dalam Indian Ocean Rim Association (IORA) setahun belakangan ini. Hal ini karena Indonesia telah menggodok kesepakatan penting untuk kerjasama negara-negara di Samudera Hindia.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Indonesia atas kepemimpinannya dalam mengumumkan Pertemuan Puncak Pemimpin dan Perjanjian (Concord) IORA untuk menandai ulang tahun IORA ke-20 tahun depan. Ambisi yang demikian tinggi sungguh pantas diapresiasi," kata Bishop di Nusa Dua, Bali, dikutip detik.com, Kamis (27/10/2016).

Bagi Bishop, Samudera Hindia sangat penting untuk kemakmuran dan keamanan Australia di masa mendatang. Sehingga, diperlukan dialog dan kerjasama yang lebih kuat di antara negara-negara yang bersinggungan dengan samudera di sebelah barat hingga selatan Indonesia tersebut.

"Kita perlu membangun kebiasaan-kebiasaan dialog dan kerja sama yang lebih baik dan lebih kuat di seluruh Samudera Hindia, dan IORA dapat memainkan peran kunci," ujar Bishop.

Ditambahkan, pertemuan ini sangat penting untuk menciptakan rasa identitas yang lebih kuat. Sehingga, Bishop berharap Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull dapat memenuhi undangan konferensi tingkat tinggi IORA pada 2017 nanti.

"Kita harus memaksimalkan peluang unik pertemuan puncak pemimpin untuk membicarakan isu-isu kawasan dan global," ucap Bishop.

"Mempertahankan keselamatan dan keamanan maritim masih menjadi prioritas kunci Australia. Hal lain yang harus dibicarakan adalah penanggulangan terorisme dan ekstrimisme serta kekerasan," tambahnya.

Bishop menyatakan negara-negara di Samudera Hindia tidak bisa meremehkan dampak terorisme dan ekstrimisme terhadap pembangunan dan perdamaian. Sehingga ia berharap ada diskusi produktif oleh pemimpin-pemimpin 21 negara anggota IORA.

Menjadi ketua IORA, Indonesia telah mendorong sejumlah pertemuan untuk memasukan kejahatan perikanan dalam dokumen penting yang disebut IORA Concord. Dokumen tersebut telah siap untuk diresmikan dalam perayaan 20 tahun IORA pada Maret 2017 nanti.

Sementara pertemuan yang digelar di Pulau Dewata hari ini telah menghasilkan dua dokumen yakni Bali Communique dan Gender Declaration. Isi kedua dokumen tersebut kurang lebih terkait peningkatan ekonomi, pemberdayaan perempuan, keamanan maritim dan ilmu pengetahuan.


(pay/dtk)

About Redaksi News

www.realitasnews.com Terwujud sebagai portal berita independen dan menyuguhkan informasi kepada masyarakat serta mengungkap fakta dengan data.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Top