Ads (728x90)

Dilihat 0 kali

Tim Terpadu Menggusur Rumah Yang Berdiri Dikawasan Hutan Lindung (Fhoto : realitasnews.com)
BATAM, Realitasnews.com –  Puluhan tim terpadu yang terdiri dari Satpol PP, Ditpam BP Batam, Polri dan TNI menggusur pemukiman yang berdiri disekitar hutan lindung yang merupakan kawasan waduk.

Ada lima titik pemukiman yang ditertibkan oleh tim terpadu yakni di dam Duriangkang, Bida Ayu, Pintu empat Muka Kuning, pintu tiga Muka Kuning, Rindu Malam.

Penggusuran pemukiman di kawasan waduk ini bertujuan untuk menghindari tercemarnya air waduk dari limbah rumah tangga selain itu agar hutan hutan di sekitar kawasan waduk tidak di rusak.

Koordinator Ditpam BP Batam, Yosep mengatakan kawasan waduk disekita dam duriangkang ini harus bebas dari pemukiman pasalnya dam ini merupakan sumber air terbesar di Batam.

“Dalam dua bulan terakhir ini air di Dam Duriangkang sudah turun sekitar 6 meter,” kata Yosef.

Turunnya air Dam  Duriangkang ini, kata Yosef, disebabkan dalam 3 bulan ini curah hujan sangat rendah selain itu hutan dikawasan Dam Duriangkang sudah gundul akibat ditebangi oleh warga.

Wakil tim terpadu, Budi mengatakan warga yang tinggal disekitar dam duriangkang umumnya berkebun, rata rata mereka memiliki tempat tinggal di perumahan Bida Ayu.

Budi menceritakan lahan di dam duriangkang ini awalnya lahan milik seorang etnis Tionghoa bersama warga pribumi.

“BP Batam telah menggusur dan memberikan ganti rugi kepada mereka dan memberikan kavling siap bangun di Bida Ayu, Sungai Daun, Batu Aji namun warga tetap ngotot tidak mau pindah sehingga tim terpadu harus bersikap tegas melakukan eksekusi dan menyuruh warga agar segera pindah,” tegas Budi.

Penggusuran akhirnya berjalan lancer walau ada warga yang ngotot namun setelah tim terpadu melakukan penjelasan dan membujuknya warga tersebut akhirnya bersedia digusur.

Sementara itu seorang warga, Imam Maulana mengatakan belum mendapat konfensasi, Ia menginginkan konfensasi sedikit Rp 3 juta,- untuk digunakan membayar sewa rumah dan biaya hidup keluarganya menunggu ia mendapat pekerjaan.

“Mata pencarian kami dari berkebun dan mencari ikan diwaduk ini kalau digusur tanpa konfensasi bagaimana saya menghidupi anak istri saya,”ujar Iman dengan mimic wajah sedih. (Pay)

Post a Comment

Blogger Disqus