Ads (728x90)

Dilihat 0 kali


ASAHAN, Realitasnews.com - Ketua TP PKK Kabupaten Asahan Hj. Titiek Sugiharty Surya menghadiri Pengajian Akbar yang dilaksanakan di Mesjid Al Ikhlas, Desa Ledong Timur Dusun V Kecamatan  Aek Ledong Selasa (24/09/2019).

Turut hadir dalam pengajian akbar itu Asisten II, Plt. Asisten I, Ketua TP PKK Kab. Asahan, Ketua Dharma Wanita Kab.Asahan, Ustadz H. Syahrial Nasution, Camat Aek Ledong dan ibu-ibu pengajian Desa Ledong Timur Kec. Aek Ledong.

Ketua Panitia Jubbir Siagian, M.Pd dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kedatangan Ketua TP. PKK Kab.Asahan Hj.Titiek Sugiharty Surya beserta rombongan pada pengajian akbar di Mesjid Al Ikhlas Desa Ledong timur Dusun V Kec. Aek Ledong yang diadakan oleh ibu-ibu pengajian desa tersebut.

Selanjutnya dalam kesempatan tersebut Ketua TP. PKK Kab. Asahan juga menyerahkan bantuan kepada kaum duafa dan yatim piatu sebanyak 52 karung beras 10 kg

Ketua TP. PKK Kab. Asahan Hj.Titiek Sugiharty Surya dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Camat dan Ketua TP PKK Kecamatan dan seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan pengajian akbar di kecamatan Aek Ledong ini.

“ Saya mengharapkan agar pengajian ini dapat rutin dilaksanakan secara Istiqomah karena pengajian seperti ini dapat menyegarkan semangat keimanan dan ketaqwaan kita dan menyuburkan rasa iman kita agar kita dapat berjalan dijalan yang benar dan di Ridhoi oleh Allah,” katanya.

 

Beliau juga menyarankan agar tetap menjalin silahturahmi dianjurkan Allah SWT. Menghadiri pengajian dapat menambah pahala kita dan silahturahmi dapat meningkatkan wawasan kita tentang agama.

Sementara itu Bupati Asahan H Surya Bsc dalam bimbingan dan arahannya yang disampaikan oleh Asisten II Drs. H. John Hardi Nasution, M.Si mengatakan Tim Penggerak PKK diharapkan sebagai salah satu motor penggerak peningkatakan keimanan dan ketaqwaan umat beragama selain kegiatan yang lain.

Dikatakannya, salah satu sarana yang bisa kita gunakan adalah masjid yang setiap hari kita gunakan untuk melaksanakan ibadah. 

Jika dipandang secara luas, katanya, masjid dapat kita gunakan sebagai sarana untuk melakukan  amal dan shaleh maupun untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan masyarakat.

Beliau juga menyebutkan fungsionalisasi masjid satu konteks pemberdayaan jamaah dalam rangka memberdayakan keluarga, menjawab persoalan umat.

“ Masjid harus dapat dimamfaatkan untuk menjawab persoalan ummat sehingga dengan demikian melalui masjid kita akan mampu melahirkan berbagai pemikiran,konsepsi maupun langkah konkrit dalam mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi umat Islam,” katanya.

Selanjutnya Ustadz H. Syahrial Nasution dalam tausiahnya menyampaikan ada 6 hal yang harus kita ingat sebagai manusia yaitu yang dekat adalah kematian, yang jauh adalah masa lalu, yang ringan adalah meninggalkan ibadah dan yang sukar itu adalah menepati janji, yang berat itu adalah nafsu, dan yang susah dikendalikan adalah lisan.

“Ke 6 hal tersebut hendaknya dapat kita pedomani dan pelajari sehingga menjadikan kita menjadi manusia yang lebih baik lagi ke depannya,” katanya. (Nes)

Post a Comment

Disqus