Ads (728x90)


postviews postviews postviews

Dilihat kali


BATAM, Realitasnews.com –  Gubernur Kepri, Nurdin Basirun sangat mendukung kerja sama Kota Batam, provinsi Kepri dengan provinsi Sumatera Barat.  Kerja sama yang disepakati dibidang pertanian dan pariwisata dan akan dituang dalam nota kesepahaman (MoU) pada akhir bulan November 2017 ini. Kerja sama ini diungkapkan oleh kedua Gubernur tersebut saat membuka acara Pembukaan Sumatera Barat Expo dan Pelantikan Ikatan Keluarga Sumatera Barat (IKSB) yang yang dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno didampingi oleh Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dan Ketua IKSB Erwin Ismail di Dataran Engkau Putri Batam Center ditandai dengan pemukulan gendang secara bersama, Kamis malam (9/11/2017).
 
Pembukaan Sumatera Barat Expo ini dihadiri Kemenpan, Kemenpar, Bupati/walikota Se - Sumbar beserta Istri, BP Batam, Walikota Batam Muhammad Rudi, Sekdako Batam Jefrisin, Anggota DPRD Kepri dan Kota Batam, Kepala Kanwil Departemen Agama Batam,  Erizal Abdullah, Ketua MUI Batam KH. Usman Ahmad, Istri Gubernur Sumbar, Istri Gubernur Kepri Noor Lizah Nurdin, SKPD , OPD Kepri serta tokoh masyarakat Kepri dan tokoh masyarakat Sumbar yang ada dikota Batam.
 
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun sangat mengharapkan agar kerjasama dua sektor tersebut segera direalisasikan. Pemprov Sumbar diminta Nurdin untuk memilih Kabupaten/Kota mana di Kepri yang akan diajak bekerjasama terlebih dulu.
 
"Pak Gubernur niat baik ini harus segera kita realisasikan. Bapak silahkan pilih sendiri Kabupaten/Kota yang cocok dengan Sumbar. Setiap Kabupaten/Kota di Kepri ini punya keunggulan masing-masing. Kami sebagai satu rumpun siap melaksanakan kerjasama ini," kata Gubernur Kepri, Nurdin Basirun kepada Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno.
 
Gubernur Kepri mengatakan bahwa selama ini kontribusi masyarakat Kepri asal Sumbar sudah berjalan bagus di segala bidang. Dan untuk selanjutnya diminta untuk ditingkatkan. Apalagi dengar target Nurdin untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 7 persen.
 
"Kami di Kepri saat ini masih terus berjuang untuk menggairahkan kembali investasi dengan target pertumbuhan ekonomi mencapai 7 persen dalam waktu dua tahun. Jadi terobosan apapun saat ini sangat kami sambut baik," ungkap Nurdin.
 

Semangat yang sama juga ditegaskan oleh Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno. Irwan menawarkan kerjasama tahap awal dimulai dulu dari hasil-hasil pertanian , kemudian sektor pariwisata.
Sumbar dikatakan Irwan mempunyai hasil pertanian yang melimpah dan harga murah. Sementara di Batam, harga-harga hasil pertanian mahal karena tidak menghasilkan sendiri hasil-hasil pertanian.
 
Sementara di sektor pariwisata, Kepri jauh lebih unggul dari Sumbar. Kunjungan wisatawan Kepri sudah mencapai jutaan, sementara di Sumbar baru ribuan. Padahal alam Sumbar juga banyak yang bagus dan penuh pesona.
 
"Keunggulan di kedua daerah inilah yang bisa kita padukan dan kita tuangkan dalam bentuk nota kesepahaman. Kami memilih Batam terlebih dulu untuk memulai kerjasama ini, " ujar Irwan.
 
Penandatanganan nota kesepahaman dengan Pemko Batam tersebut direncanakan pada 24 November 2017 nanti. Letak Kepri di pantai Timur dan Sumbar di pantai Barat sangat cocok berpadu dalam sebuah kerjasama investasi.
 
"Saya mengajak masyarakat Kepri untuk berinvestasi di Sumbar. Kami sudah memperbaiki regulasi perizininan. Kami menjamin tidak ada pungli dan suasana nyaman dalam pengurusan perizinan. Kekayaan alam kami berlimpah dan tujuan wisata kami banyak. Kami berharap, pada turis yang mampir ke Batam nanti bisa juga sehari dua hari ke Sumbar," ujar Irwan.
 
Sumbar expo dilaksanakan dari tanggal 9 - 12 November 2017 di Dataran Engku Putri dengan menampilkan produk-produk unggulan dari 18 Kabupaten/Kota se- Sumatera Barat. Mulai dari kerajinan tangan, kuliner sampai seni budaya.

 (hms)


Posting Komentar

Disqus