Ads (728x90)

Dilihat 0 kali


ASAHAN, Realitasnews.com – Bupati Asahan, Taufan Gama Simatupang mengharapkan agar calon anggota Polri dari kabupaten Asahan lebih banyak dari daerah lain yang ada di wilayah Polda Sumut. Ia mengharapkan agar seleksi untuk masuk anggota Polri dilakukan dengan jujur dan menggunakan prinsip objektif, unggul dan kompetitif serta bebas dari KKN.

“Jika seleksi masuk anggota Polri untuk tahun 2018 dilakukan dengan jujur tanpa ada unsur KKN mudah mudahan Polri semakin maju dan dekat dengan masyarakat, “ kata Bupati Asahan, Taufan Gama Simatupang dalam pidato tertulisnya yang dibacakan oleh wakilnya, H Surya Bsc saat melaksanakan acara penandatanganan Nota Kesepahaman dalam rangka membina dan pelatihan penjaringan bibit calon anggota Polri yang digelar di ruang Aula Melati kantor Bupati Asahan, Selasa (28/11/2017).

Penandatanganan MoU ini juga dihadiri oleh  unsur FKPD, OPD, dan Para Camat. Kegiatan ini
merupakan upaya Polri untuk menseleksi dan mempersiapkan bibit unggul calon peserta seleksi anggota Polri dalam suatu kegiatan program pembinaan dan pelatihan bagi putra putri daerah Asahan sehingga dapat mengikuti proses seleksi yang sesungguhnya pada tahun 2018 yang akan datang.
 
“Saya juga mengharapkan agar seluruh OPD pemkab Asahan memperhatikan
nota kesepakatan ini agar dapat melaksanakan kerjasama sesuai dengan bidangnya masing masing,” tegasnya.

Hal senada dikatakan Kapolres Asahan, AKBP Kobul Syahrin Ritonga S.IK,M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa institusi Polri saat ini dalam menyeleksi anggota Polri berusaha dengan bersih serta bebas KKN dengan menggunakan prinsip Bersih Transfaran Akuntable serta Humanis (BETAH) serta objektif , unggul, dan kompetitif dengan target Clear and Clean.

Pada September 2017 ini, katanya, Polres Asahan akan melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pendataan bagi para peserta pembinaan dan pelatihan calon anggota Polri.

Selanjutnya dibulan Oktober 2017 seluruh peserta akan diseleksi dan yang diterima ditargetkan sebanyak 53 orang yang terdiri dari 48 orang untuk Brigadir umum terdiri dari 34 orang pria dan 14 orang wanita serta 5 orang brigadir Teknologi dan Informasi yang terdiri dari 4 orang pria dan 1 orang wanita.

Dibulan November 2017 ini, katanya,  dilaksanakan kegiatan pemeriksaan administrasi dengan melibatkan dari Dinas Pendidikan serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.
 

(NES)

Post a Comment

Blogger Disqus