Ads (728x90)

Dilihat 0 kali

Walikota Tanjung Pinang, Lis Darmansyah (Fhoto : Istimewa)
TANJUNG PINANG, Realitasnews.com - Pasca musibah kebakaran pasar KUD Tanjungpinang 2013 silam, kini pasar tersebut sudah dibangun kembali oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui bantuan dana dari Kementerian Perdagangan RI. 

Senin (8/5/2017) pagi tadi, bangunan Pasar Baru KUD diresmikan operasionalnya oleh Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH yang dihadiri Wakil Walikota, H. Syahrul, S. Pd, para Asisten, Staf Ahli, jajaran Kepala OPD, Perbankan, Dirut BUMD, serta para pedagang.

Walikota Lis Darmansyah, SH, mengatakan pasar merupakan sarana utama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang harus kita perhatikan, ini juga menyangkut geliat ekonomi pedagang kecil. Pasca musibah kebakaran yang lalu, pembangunan pasar baru ini telah melalui beberapa proses, karena itu, musibah tersebut hendaknya kita jadikan sebagai pembelajaran. 

" Setelah berdirinya bangunan pasar ini, sistem pengelolaannya perlu ditata dengan baik, tidak ada lagi yang sembraut dan kotor, kalau bisa lantainya harus tetap kering, karena pasar tradisional ini bisa dijadikan sebagai destinasi wisata belanja di Tanjungpinang, " kata Lis pada acara itu.

Pembangunan pasar ini, kata Lis, pemko Tanjungpinang menerima bantuan dari Kementerian Perdagangan RI, awalnya pemerintah pusat menggarkan Rp. 7 miliar, karena defisit maka kita mendapat bantuan Rp. 5,2 miliar. Gedung pasar yang dibangun melalui anggaran APBN ini, belum diserah terima oleh Pemerintah Pusat kepada Pemko, namun kita ingin segera difungsikan oleh para pedagang, mengingat ekonomi pasar lama harus terus bergerak.

Meski Tanjungpinang memiliki 3 zona sektor ekonomi, yaitu pasar kota lama, batu 5 s.d 8, dan pasar bintan center, namun kita juga harus memikirkan pergerakkan ekonomi secara merata di Tanjungpinang guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Tahun ini, Lis sendiri akan bertemu langsung dengan Menteri perdagangan untuk membicarakan membuka pasar baru di Tanjungpinang, InsyAllah kita akan mendapatkan pasar baru lagi, namun sistem perencanaannya dari mereka," ujarnya

Nantinya, pasar ini akan di kelola oleh BUMD, bagaimana sistemnya, sarana dan prasarana yang layak, kontrol harga hingga ketersediaan barang di pasaran. Meski sejatinya BUMD merupakan perusahaan yang mencari profit/keuntungan, BUMD harus konsisten dan konsekwen bantu masyarakat. Koordinasikan segala sesuatu dengan dinas terkait." pungkasnya

Sebagai lembaga yang punya kewenangan di pasar, BUMD harus tegas, yang namanya kerja pasti ada resikonya, bekerjalah sesuai aturan dan protapnya, yang tidak benar segera ditindak, pasar itu tidak ada geng-gengan dan preman-premannya, kita semua sama di mata hukum.

" Tidak ada lagi jagoan dan penguasa di pasar. Pasar ini bukan untuk calo, makelar atau sejenisnya, bila melanggar kita tertibkan sesuai aturan, ambil kebijakan sesuai hukum yang belaku, jangan tunggu intruksi, beri teguran secara tertulis, bila tidak diindahkan ambil jalur lain, pasar bukan tempat preman tetapi tempat orang berdagang, mekanismenya harus diatur, biar akses pasar aman, nyaman dan pedagang dilindungi, BUMD bisa minta bantuan Satpol PP untuk menertibkan itu ", tegas Lis, ketika melihat bagunan pasar yang berdiri tanpa izin.

Saya tak mau lagi mendengar ada keluhan dari para pedagang terkait kios-kios, kios ini harus digunakan oleh si penyewa, bukannya di sewakan lagi ke orang lain, bila kedapatan kita hentikan sewanya. Selain itu, demi kenyamanan masyarakat yang berbelanja, pasar Jalan Gambir harus bersih, tidak ada lagi orang berjualan dipinggir jalan, jadi aksesnya tidak sempit dan berdesakan. Nanti kita akan memanggil para pedagang untuk mendiskusikan hal ini guna mencari solusi dan jalan keluarnya.

“ Saya ingin masyarakat itu merasakan bahwa pemerintah ada, mereka merasa dilindungi dan diperhatikan pemerintah, sehingga pasar ini mampu memberi pelayanan yang terbaik, dan ingatlah untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan pasar ini, jangan hanya mudah untuk membangun tetapi sulit untuk menjaga “, ucapnya

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang, Drs. Juramadi Esram mengatakan bahwa pembangunan pasar baru ini sudah dimulai sejak kepemimpinan bapak Suyatno, dan saya sendiri melanjutkan apa yang sudah diperjuangkan beliau.

Pasar ini sudah sangat dinanti-nanti oleh para pedagang, karena itu, meski belum dihibahkan oleh pemerintah pusat kepada kami, pasar ini kita resmikan dan fungsikan, namun sebelumnya kita sudah melakukan koordinasi dengan Kementertian Perdagangan agar segera digunakan, mereka pun tak ingin bangunan ini rusak jika kelamaan kosong.” ucapnya

Dia menjelaskan, sebelum resmi diserahkan ke pemerintah kota Tanjungpinang, para pedagang tidak dimintai retribusi, pemerintah memberi bonus retribusi kepada para pedagang, namun pembayaran seperti listrik, air, dan kebersihan perlu dibayar. Mudah-mudahan Juni nanti, pasar ini sudah diserahkan pemerintah pusat kepada pemko Tanjungpinang, setelah mendapat persetujuan dari Menteri perdagangan, akan kita kenakan retribusi untuk pendapatan asli daerah. Untuk pelaksanaannya pasar ini, di Dinas Perdagangan dan Perindustrian, tetapi operasionalnya nanti kita serahkan ke BUMD.

Ada 30 kios dan 9 meja loss yang tersedia bagi para pedagang. Dia berharap, para pedagang bisa menjaga kebersihan pasar ini, karena selain sebagai tempat jual beli, pasar ini bisa menjadi wisata belanja bagi wisatawan yang berkunjung ke Tanjungpinang,” katanya

Setelah memberi sambutan, Lis dan Syahrul meninjau kios-kios. Lis juga menuliskan pesan diatas kanvas putih yang berbunyi “ Ekonomi merupakan kebutuhan penting dalam kehidupan. Pasar salah satu bagian dari kebutuhan tersebut dalam memenuhi hajat dimaksud. Selamat atas peresmian pasar, semoga bermanfaat bagi masyarakat “.

Ketika menyusuri pasar, Lis terlihat bertemu dengan beberapa pedagang dan mendengarkan keluhan mereka, Lis pun menanggapi keluhan mereka dengan bijaksanan. Seusai meresmikan pasar baru, Lis langsung menuju ke pasar Bintan Center untuk meresmikan mesin es kapasitas 2 ton yang bersumber dari dana APBN. (Hms/Lian)


Post a Comment

Blogger Disqus