ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Sponsor

 Space Iklan Kosong...!! Pajang iklan Anda disini Hubungi Redaksi

Foto: Ilustrasi oleh Basith Subastian/detikcom


JAKARTA, Realitasnews.com  - Polres Jakarta Selatan menetapkan seorang tersangka berinisial M yang diindikasikan melakukan pungutan liar (pungli). Pungli itu dilakukan di Terminal Lebak Bulus, Jaksel.

"Lagi kita sidik dulu, belum dirilis. Sudah satu orang M (tersangka)," ujar Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Budi Hermanto, dilansir detik.com pada Kamis (4/5/2017).

Polisi masih melakukan pendalaman mengenai diamankannya salah satu anggota Terminal Lebak Bulus, Dishub DKI ini. "Ya lagi kita kembangkan," tutur Budi.

Sementara itu, Kepala Terminal Lebak Bulus, Simon Ginting mengungkapkan peritiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00, Senin (1/5/2017). Namun saat itu dia sedang berada di lokasi.

Menurut Simon, pada waktu itu M menerima uang sebesar Rp 10.000 dari sopir bus. Pada saat bersamaan, tim saber pungli Polres Jaksel sedang berada di lokasi akhirnya mengamankan orang tersebut.

"Jadi ceritanya dia dikasih Rp 10.000 sama supir bus, ada tim saber pungli, langsung dipegang," tutur Simon.

Simon mengaku selalu memberikan arahan kepada anggotanya untuk tidak melakukan pungli di Terminal Lebak Bulus. Hal itu sering dia sampaikan saat menggelar apel bersama anggota terminal.

"Setiap apel kita selalu menyampaikan, untuk tidak melakukan seperti itu," imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Dishub DKI, Sigit Wijatmoko, menegaskan akan menindak jika ada anggotanya kedapatan melakukan pungli. Pihaknya selalu menginstruksikan kepada seluruh anggota Dishub DKI agar sama-sama memberantas pungli.

"Kalau misalnya ada, ya tetap artinya kita akan proses kalau memang ada temuan seperti itu, enggak ada toleransi, kita sudah membuat instruksinya, kita juga istilahnya melakukan gelar apel kebulatan tekad untuk memberantas, anti pungli," tegasnya.

Sigit juga mengungkapkan saat ini Dishub telah mempunyai sistem manajemen yang lebih baik. Karena itu, menurutnya, pungli tidak lagi relevan dan harus dihilangkan.

"Kita sudah masif ke seluruh lapisan bahwa kita ini, sudah secara termanajemen, artinya pendapatan kita jauh lebih baik sehingga yang namanya pungli itu sudah tidak relevan," tuturnya.

(detik.com)

About Redaksi News

www.realitasnews.com Terwujud sebagai portal berita independen dan menyuguhkan informasi kepada masyarakat serta mengungkap fakta dengan data.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Top