Ads (728x90)

Dilihat 0 kali


BATAM, Realitasnews.com -  DPRD Kota Batam telah dan menandatangani Ranperda Pelestarian Seni dan Budaya Melayu, Perda ini akan menjadi payung hukum disetiap kegiatan dan aktifitas di Kota Batam. 

Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam memberi apresiasi kepada DPRD Kota Batam dan Pemko Batam lantaran telah menandatangani Ranperda Pelestarian Seni dan Budaya Melayu tersebut.
 
"Kami dari LAM memberi apresiasi atas disahkannya Ranperda tersebut, hal Ini merupakan suatu hal kebajikan yang sangat memperhatikan budaya Melayu," kata Dewan Penasehat LAM Kota Batam, Machmur Ismail.
 
Machmur Ismail yang juga Ketua Rumpun Khazanah Kota Batam ini dengan tegas mengatakan Kebudayaan daerah merupakan kekayaan dan identitas bangsa yang sangat diperlukan di tengah dinamika perkembangan dunia dan derasnya arus budaya asing yang dapat masuk melalui pergaulan dalam masyarakat ataupun melalui berbagai sarana media elektronik.
 
Ia mengatakan Perda itu merupakan suatu cakupan yang dirangkum dari segala aspek baik itu di bidang seni dan budaya serta keseharian di setiap kegiatan, kehidupan orang Melayu itu sendiri.
 
Ia mengharapkan agar kedepannya di Kepulauan Riau khususnya kota Batam, budaya Melayu ini akan dijadikan icon, dan payung disetiap kegiatan yang mana akan menampilkan kebudayaan Melayu.
 
Dengan terbitnya Perda tersebut, katanya, kedepan setiap kegiatan akan diawali dengan tari persembahan, hingga mengenalkan kembali bahasa serta tulisan arab Melayu dan sejarah kepahlawanan dalam muatan lokal di tingkat pendidikan.
 
Hal tersebut dilakukan dengan kerja sama dengan Dinas Pendidikan, Kurikulum muatan Lokal (Arab Melayu dan sejarah kepahlawanan) akan diajukan untuk diterapkan kembali di SD, SMP dan SMA.
 
"Nantinya disetiap nama jalan, tempat-tempat keramaian, dan lainnya kita akan buat tulisan Arab Melayu serta Instrumen musik lagu Melayu," ungkapnya.
 
Ia menyebutkan Perda tersebut, merupakan Payung hukum dalam upaya pemajuan kebudayaan Melayu dan juga dalam rangka menjadikan kota Batam sebagai kota Parawisata berbasis budaya dan menuju terwujudnya kota Batam sebagai kota budaya.
 
Selain itu, katanya, untuk  papan nama ikonik "Welcome To Batam" yang berada di kawasan Asrama Haji,  Batam Centre - Batam. "Ditempat yang sama,  akan di buat juga "Selamat Datang di Batam" dalam tulisan Arab Melayu," tutupnya.
 
(IK/Lian)


Post a Comment

Blogger Disqus