ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Sponsor

 Space Iklan Kosong...!! Pajang iklan Anda disini Hubungi Redaksi


BATAM, Realitasnews.com - Kepala Bidang BKLI KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam, Raden Evy Suhartantyo mengatakan  Standar Operational Prosedur (SOP) dalam pemeriksaan penumpang dan barang bawaanya dengan menggunakan Unit K9 (canine, Anjing) sudah sangat profesional, hal ini dilakukan untuk mencegah masuknya barang haram ke Batam seperti narkotika  dengan demikian hal ini sangat mendukung terwujudnya Batam sebagai Kota Bandar Madani. 

"Mengenai prosedur SOP Unit K9 ini pada pemeriksaan terhadap barang bawaan dan penumpang. Tidak hanya diterapkan di Batam hampir disetiap Terminal Kapal Ferry International, dan mengenai kinerja petugas dilapangan sudah mengikuti aturan yang berlaku," kata Raden Evy Suhartantyo  didampingi Kasi Humas KPU Bea dan Cukai Tipe Batam saat ditemui pewarta di gedung KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam. dikutip infokepri.com  Kamis, (15/03/2018) 

Hal tersebut disampaikannya lantaran sebelumnya ada keluhan dari salah satu penumpang Kapal Ferry International yang merupakan anggota DPRD Kota Batam dan saat melewati pemeriksaan Unit K9 Bea dan Cukai Pelabuhan Batam, mendapat perlakuan yang menurutnya arogan serta dapat menimbulkan Najis (kotoran, menurut Islam.red).

Raden Evy Suhartantyo menceritakan, Unit K9 seperti Andro (anjing pelacak.red) selalu berhasil mengungkap Barang Berbahaya (BB) seperti Narkotika, yang tersembunyi beberapa waktu lalu di atas dua kapal yang membawa kurang lebih sekitar 3 Ton Methaphetamine (sabu). Ia menyebutkan K9 itu tidak harus mengendus dari dekat, begitu kita turunkan ke Kapal dengan jarak yang cukup jauh langsung dapat mengendus posisi BB tersebut. 

"Penciuman K9 ini dari jauh saja sudah dapat mengetahui keberadaan BB, dan tidak harus mendekati targetnya. Jadi, petugas kita dalam melakukan pemeriksaan tidaklah benar K9 mengendus apalagi sampai menempel barang bawaan atau penumpang, apalagi bersikap arogan ke penumpang kapal seperti yang dikeluhkan," ungkapnya sambil melihatkan bukti Video Sidak kinerja  Petugas dilapangan kepada pewarta.  

Selain menggunakan Unit K9, dapat juga dilakukan dengan alat pemimdai mesin X-Ray untuk memeriksa ataupun menditeksi keberadaan BB pada barang bawaan penumpang serta pemiliknya.

 "Untuk saat ini kita lebih efektif menggunakan K9 di setiap tegahan BB Narkotika yang banyak masuk dari negara tetangga seperti ; Malaysia, 
Singapura dan dalam waktu dekat ini akan menambah dua  K9 lagi untuk digunakan di Pelabuhan Ferry International di Sekupang - Batam,"jelasnya

Ia mengatakan KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam saat ini hanya memiliki empat K9, dan dalam kegiatannya mengendus barang bawaan serta penumpangnya  hanya mampu bekerja maksimal tiga sampai empat jam sehari secara bergantian atau dapat menuntaskan kurang lebih sekitar lima Kapal Ferry International. 

Hal senada juga disampaikan oleh Kasi Humas KPU Bea dan Cukai Tipe Batam, Frans Samuel menambahkan, untuk pengadaan mesin X-ray dalam pemeriksaan BB pada barang bawaan serta penumpang merupakan kewenangan Dirjen Bea dan Cukai Pusat, untuk saat ini sangat efektif menggunakan Unit K9 dalam pemeriksaan. 

"Belumlah untuk pengadaan mesin X-ray ini. Selain penambahan K9, untuk sekarang kita lebih kepada pengadaan dalam penambahan Unit Kapal Patroli Cepat, dalam menegah BB Narkotika Jaringan International dan Barang Ilegal di Perairan Provinsi Kepulauan Riau khususnya perairan Batam," pungkasnya.

(IK)



About Redaksi News

www.realitasnews.com Terwujud sebagai portal berita independen dan menyuguhkan informasi kepada masyarakat serta mengungkap fakta dengan data.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Top