Ads (728x90)

Dilihat 0 kali



BATAM, Realitasnews.com  - Untuk menentukan Survei Biaya Hidup (SBH) 2018 kota Batam, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam menggunakan sebanyak 2000 rumah tangga di Kota Batam menjadi responden. Responden berasal dari kalangan bawah, menengah, dan elit atau kalangan atas. Menurutnya responden sudah ditentukan dari pusat berdasarkan blok sensus. Petugas melakukan survei ke nama-nama yang sudah ditentukan tersebut

"Survei berjalan setahun. Tiap triwulan 500 rumah tangga. Triwulan berikutnya ganti responden lagi. Jadi setahun ada 2.000 rumah tangga yang mewakili teman-teman, dari sekitar 350.000 rumah tangga di Batam," kata Kepala BPS Kota Batam, Rahyudin katanya saat ditemui, Jum'at, (16/2/2018)

Adapun objek survei yaitu pengeluaran konsumsi rumah tangga, baik makanan maupun non makanan. Untuk konsumsi makanan, dicatat baik yang dimasak di rumah maupun makanan yang dibeli jadi di luar rumah. Selain itu juga disebutkan apakah dibeli secara konvensional atau melalui aplikasi daring (online).

"SBH ini diadakan lima tahun sekali. Karena dalam lima tahun pola konsumsi masyarakat sudah berubah, bergeser. Kita mau melihat pola terkini. Misal dulu belum ada Gofood, sekarang banyak yang beli makanan pun online, sesuai perkembangan teknologi. Yang terkini di 2012, sekarang sudah tidak terkini lagi, kita gantikan yang baru,"terangnya.

Lanjut Rahyudin mengatakan, SBH tahun 2018 merupakan ketujuh kalinya diadakan di Indonesia. Tahun ini SBH dilaksanakan di 90 kota. Terdiri dari 34 ibukota provinsi, dan 56 lainnya di luar ibukota provinsi seperti Batam. Total jumlah sampel responden di seluruh Indonesia yakni 141.600 rumah tangga.

Ia mengatakan hasil dari survei ini akan dijadikan acuan untuk menghitung indeks harga konsumen (IHK). Persentase perubahan IHK inilah yang dikenal sebagai inflasi. Jadi dapat dikatakan SBH ini merupakan dasar dari penghitungan inflasi setiap bulannya.


 (IK/Lian)

Post a Comment

Blogger Disqus