Ads (728x90)


postviews postviews postviews

Dilihat kali

    
ASAHAN, Realitasnews.com –
Hingga 9 November 2018 Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Asahan telah berhasil merealisasikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 36,314 milyar,- lebih atau sekitar 74,40 % dari yang ditargetkan tahun ini yakni sebesar  Rp 48,8 milyar,-.

“Target PAD kita tahun 2018 ini sebesar Rp 48,8 milyar hingga tanggal 9 November 2018 lalu kita sudah mengumpulkan sebesar Rp 36,314 milyar,- atau sebesar 74,40 % dari yang ditargetkan, “ kata Kepala Bapenda Asahan, Mahendra saat ditemui diruang kerjanya, Senin (12/11/2018).

Sumber PAD itu, katanya, sebenarnya ada 11 komponen namun Pajak Air Tanah belum bisa dikutip lantaran payung hukumnya belum ada dan Pajak Walet juga tidak bisa dikutip lantaran usaha burung walet sudah tidak berproduksi lagi.

“ Pajak walet ngak ada waletnya makanya ngak bisa kita kutip,” katanya.

Adapun sembilan komponen yang dikutip diantaranya : pajak Hotel, pajak Restoran, pajak Hiburan, pajak Reklame, Pajak Penerangan Jalan, pajak Mineral bukan Logam dan Batuan, pajak Parkir, Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB),PBB Pedesaan Perkotaan.

Kendati sumber PAD itu tinggal sembilan komponen Mahendra optimis target PAD itu hingga akhir Desember 2018 ini bisa tercapai.

Ia menghimbau kepada masyarakat Asahan khususnya para pelaku usaha untuk selalu taat pajak lantaran uang pajak yang dikutip itu akan dikembalikan ke masyarakat untuk pembangunan Kabupaten Asahan.

Setiap tahun pajak daerah Kabupaten Asahan mengalami kenaikan yang cukup signifikan, dari informasi yang dihimpun  www.realitasnews.com mencatat, Tahun 2011 target yang ditetapkan sebesar Rp 12 miliar, tahun 2012 naik menjadi sebesar Rp 15 miliar. Pada tahun 2013, target yang ditetapkan naik signifikan menjadi Rp 26 miliar.

Demikian juga halnya dengan tahun 2014, target kembali naik menjadi Rp 28 miliar, tahun 2015 sebesar Rp 31 miliar, tahun 2016 ditetapkan sebesar Rp 37 miliar dan tahun 2017 sebesar Rp 40,3 miliar lebih dan tahun 2018 ini target kembali naik yakni sebesar Rp 48,80 milyar lebih. (Nes)

Posting Komentar

Disqus