Ads (728x90)


postviews postviews postviews

Dilihat kali



BATAM, Realitasnews.com - Badan Pengusahaan (BP) Batam melakukan pengecoran jalan yang terkena proyek Instalasi Pembangunan Air Limbah (IPAL), yang salah satunya terletak di perumahan Legenda Bali dengan kontraktor pelaksana  PT. Putera Nusa Perkasa (PNP). 

“Proyek pengerjaan pipa mulai dilaksanakan pada awal Agustus 2017 lalu. Dan progres total untuk pekerjaan pemasangan pipa, instalasi, stasiun pompa, dan sambungan rumah sampai Oktober 2019 sudah mencapai 76,4%. Di beberapa tempat sudah mulai selesai, di jalan-jalan besar dan perumahan,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Limbah, Iyus Rusmana, Jumat (8/11/2019).

Sebelumnya, pengerjaan ini dikeluhkan masyarakat yang tinggal di perumahan tersebut, lantaran terdapat bekas pembongkaran proyek IPAL dan ada galian yang belum dilakukan pengecoran jalan kembali.

Iyus Rusmana mengaku telah melaporkan langsung kepada Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengenai hal tersebut. Kepala BP Batam meminta untuk segera menindaklanjuti dan mengantisipasi seluruh keluhan masyarakat. Iyus juga menyampaikan rencana Kepala BP Batam, Muhammad Rudi untuk mengundang seluruh stakeholder, di antaranya kontraktor utama Hansol, konsultan, subkontraktor, RT, RW, Lurah, Camat dan perwakilan warga dalam waktu dekat. 


Pengerjaan IPAL di Legenda Bali yang telah dilakukan selama 4 bulan lalu mengalami kendala karena kondisi tanah yang labil dan banyak terjadi longsor. Akan tetapi, saat ini pipa telah terpasang kedalaman 2-4 meter dan sekarang sedang dilakukan penutupan kembali.

Beberapa bagian yang dikeluhkan masyarakat sudah dikerjakan dan telah dicor.

“Kami melakukan pemadatan jalan, kemudian dicor, dan dilakukan pengaspalan di jalan tersebut,” terang Iyus Rusmana.

Untuk tempat yang belum selesai, pada Kamis (7 November 2019) telah dilakukan pengecoran mencapai 12 kubik. Sedangkan area yang masih belum sekitar 4 kubik diselesaikan pada Jumat (8 November 2019) kemarin.

Direncanakan, proyek IPAL akan selesai secara keseluruhan pada Desember 2020. 

“Pengerjaan proyek besar pasti ada masukan dan keluhan dari masyarakat. Namun, kami tidak antipati terhadap keluhan tersebut. Keluhan masyarakat merupakan bagian dari indikator kinerja buat subkontraktor. Kami selalu mengevaluasi pekerjaan subkontraktor,” ungkap Iyus. 

Iyus juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang ikut memantau jalannya pekerjaan konstruksi IPAL, serta setiap laporan menyangkut proyek tersebut, sehingga dapat ditindaklanjuti hari itu juga. 

(Humas BP Batam/fe) 

Posting Komentar

Disqus