Ads (728x90)

Dilihat 0 kali


LINGGA, Realitasnews.com -  Kepala Kementerian Agama  Lingga, H.M.Nasir,S.Ag,M.H menyerahkan langsung BOP untuk BAZNAS Lingga. Nilai bantuan yang diserahkan bersumber dari DIPA Kemenag Lingga sebesar Rp 25 juta,-

"Kita harus membuat strategi guna mengatasi kendala-kendala dalam hal pengumpulan. Kita perkuat perda untuk wajib zakat,"katanya saat ditemui sejumlah awak media, Rabu (10/4/2019).
 
Ia menyebutkan pengumpulan zakat sangat erat kaitannya dengan kesadaran. Kita telah berupaya membangun kesadaran dari setiap umat muslim di Lingga. Terutama zakat profesi dari ASN di Pemkab Lingga.

“Berikan ucapan terimakasih kepada muzakki sekecil apapun zakat yang sudah dikeluarkannya. Kita bangun terus komunikasi dengan Pemkab Lingga,” katanya.
 
Ia mengatakan sampaikan potensi zakat terhadap kontribusinya dalam membangun Lingga sangat dirasakan manfaatnya oleh umat Islam di Kabupaten Lingga.

Sampai hari ini sudah banyak masyarakat Lingga yang terbantu dari pengumpulan dana umat ini. Zakat, Infaq dan Shodaqah yang terkumpul dari para muzakki dikelola dan didistribusikan dengan baik.

Ia menyebutkan dari segi pelaporan keuangan BAZNAS Lingga sudah memanfaatkan aplikasi SIMBA berbasis. Sehingga akuntabilitas keuangan, data muzakki dan mustahiq benar-benar terjaga dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pekerjaan Baznas Lingga sangat berat, bukan hanya kerjanya saja tapi tanggungjawab kepada Allah SWT jauh lebih berat. Meyakinkan calon muzakki untuk membayarkan harta zakatnya melalui Baznas bukanlah pekerjaan mudah semudah membalikkan telapak tangan. Usaha dan ikhtiar untuk menjadikan Baznas sebagai lembaga pengumpul zakat yang akuntabel terus digalakkan.

Lebih lanjut dikatakannya UPZ di daerah-daerah sebagai unit pengumpul zakat terus bekerja. Oleh karena itu, menjadi tanggungjawab kita bersama untuk mendukung gerak dan fungsi Baznas Lingga.
 
“ Pergunakan bantuan sesuai dengan juknis dan taat laporan, untuk sosialisasi dan administrasi. Setelah digunakan, dilapor kemudian kita tunggu audit dari pihak pemeriksa. Harapan kita, nanti tidak menimbulkan masalah dikemudian hari,"jelasnya.

Ia juga menghimbau agar dilakukan penertiban kotak-kotak infaq yang ada di masjid/surau. Paling tidak masjid/surau melaporkan ke Baznas untuk didata. Jangan sampai potensi umat Islam ini disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab,"pesannya.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa Kementerian Agama Kabupaten Lingga melalui penyelenggara syariah berusaha membantu kinerja Baznas.

"Sebagai mitra kerja, kita berusaha membantu dan mendukung kinerja Baznas. Selama ini kita lihat kerja kawan-kawan di Baznas memang luar biasa. Jumlah pengumpulan harta zakat terus meningkat dari tahun ke tahun,"kata Plt Kara Syariah Lingga, Abdurokhman.

"Bantuan operasional yang kita serahkan ini semoga bisa menjadi penambah semangat kerja para komisioner dalam melaksanakan tupoksinya. Kalau dilihat dari segi nominalnya memang belum sebanding dengan kebutuhan operasional para komisioner yang bekerja menyebrang dari pulau ke pulau,"tambahnya.

"Ini sifatnya bantuan dari Negara, maka harus dipertanggungjawabkan penggunaannya sesuai petunjuk teknis yang ada. Itu wajib hukumnya," katanya menambahkan. (Jhoni)


Post a Comment

Blogger Disqus