Ads (728x90)

Dilihat 0 kali


 
BATAM,  Realitasnews.com - Waduk Sungai Harapan salah satu primadona andalan Kota Batam. Dahulu jadi harapan, sekarang kondisinya mengkhawatirkan.

Melirik ke waduk Harapan, tak nampak lagi pemandangan teduh di area permukaan waduk. Kondisinya kini cukup memprihatinkan. Sepanjang penglihatan, bagian-bagian tanah kuning di sekeliling waduk semakin luas.

Genangan air hanya terlihat berada di bagian tengah waduk. Hal tersebut menandakan ketersediaan air baku yang ada semakin surut.

"Waduk Harapan kondisinya tahap waspada, level air dalam waduk makin surut. Ini bisa mengakibatkan terganggunya produksi apabila air baku tidak mencukupi, dampaknya ada sekitar 18 ribu lebih pelanggan berpotensi terganggu," ujar Maria Jacobus Head of Corporate Secretary ATB, Minggu (14/4/2019)

Surutnya air baku di dalam waduk, dipengaruhi oleh beberapa faktor yang signifikan, diantaranya sedimentasi (pendangkalan) mencapai 1 juta m3 per 2017. Dampaknya, daya tampung waduk jadi berkurang mencapai setengahnya sampai saat ini. Pendangkalan terus terjadi ditambah kurangnya intensitas hujan yang turun, terutama di wilayah waduk. Sejak tiga bulan terakhir curah hujan turun hanya 136 mm, angka tersebut jauh dari intensitas normal diangka 500 mm.

"Curah hujan hanya sepertiga dari kondisi normal, kondisi ini cukup mengkhawatirkan. Waduk Harapan tidak lagi handal, akan berpengaruh kepada produksi air bersih, kondisi waduk Sei Harapan saat ini jelas belum pada performa terbaiknya," jelas Estiyudo Listyadi, Manager Produksi ATB.

Level waduk Harapan saat ini berada diangka -2,3 meter diatas permukaan spillway. Batas tersebut sudah masuk dalam tahap waspada. Apabila level waduk mencapai pada angka – (minus) 2,5 meter dari permukaan spillway, IPA Sei Harapan dilakukan penggiliran produksi (rationing).

“Untuk memperpanjang umur ketersediaan air waduk Sungai Harapan, maka ATB harus melakukan penghentian produksi WTP Harapan. Kondisinya air baku yang tidak ada, tentu ATB tidak bisa berproduksi. Apabila sudah dilevel -2,5 meter, ATB akan lakukan penggiliran produksi air bersih, mau tidak mau akan dilakukan rationing," tambah Maria.

Apabila penggiliran produksi IPA Harapan terjadi, adalah pilihan yang tidak bisa dihindari, setidaknya dengan penggiliran produksi umur waduk masih bisa bertahan. Sebaliknya apabila tidak dilakukan penggiliran, umur waduk di pastikan hanya sesaat dan bisa menjadi masalah yang besar bagi ketersediaan air bersih di Batam.

Waduk Sei Harapan merupakan waduk pertama dibangun tahun 1978 oleh Otorita Batam (kini BP Batam). Hasil produksi waduk Harapan dengan kapasitas 210 liter per detik untuk mengaliri wilayah Sekupang, Tiban dan sekitarnya.

Sedimentasi waduk Harapan mulai terlihat sejak 2015. Pendangkalan menyebabkan kekeringan, kualitas, kuantitas dan kontinuitas suplai air akan terpengaruh.
Langkah rationing dilakukan, efeknya tentu dirasakan pelanggan. Tidak hanya kawasan industri namun berdampak pada pelanggan domestik rumah tangga.

Krisis air bersih hanya tinggal menunggu waktu. Apabila daya tampung waduk terus berkurang karena pendangkalan belum teratasi, tetap saja jumlah air baku tidak bisa mencukupi kebutuhan, terlebih jumlah pelanggan terus mengalami peningkatan.

"ATB telah memaparkan eskalasi ke pemiliki aset (BP Batam). Sejak krisis air akibat El Nino 2012 dan rationing di tahun 2015 untuk segera mengatasi pendangkalan yang terjadi. Sudah dilakukan survey pada waduk Harapan, namun BP Batam sepertinya masih melakukan koordinasi dengan pihak pusat sampai saat ini. Sementara penyusutan level waduk terus berlanjut dan waduk Harapan akan mengalami krisis air, opsi rationing mungkin akan segera kita ambil. 18 ribu pelanggan baik industri, rumah tangga dan sosial akan berpotensi terdampak," ujar Maria.

Pentingnya menghemat penggunaan air bersih disampaikan kepada pelanggan disetiap kesempatan. Langkah kecil ini jadi sangat penting untuk dilakukan agar air bisa selalu dibagi untuk pelanggan lainnya.

"Kami menghimbau kepada masyarakat untuk selalu berhemat menggunakan air bersih yang ada, gunakan air seperlunya bukan secukupnya. Bertoleransi menggunakan air jadi langkah penting, agar memberikan kesempatan kepada pelanggan lainnya bisa menikmati sumber air baku waduk Harapan yang memang dalam keadaan yang mengkhawatirkan," tutup Maria.
 
(Ril/Lian)

Post a Comment

Disqus