Ads (728x90)

Dilihat 0 kali



SERGAI, Realitasnews.com 
- Kajati Sumut Fachruddin SH MH menghadiri peletakan batu batu pembangunan Masjid Agung Kabupaten Serdang Begai (Sergai) yang dilakukan oleh Bupati Sergai Ir H Soekirman didampingi Wakil Bupati H Darma Wijaya di Lahan Pembangunan Masjid Agung Sergai di Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah, Kamis (4/4/2019).

Acara ini juga dihadiri Jajaran FKPD, Sekdakab, Drs Hadi Winarno MM, para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Camat, Ketua MUI H Lukman Yahya, Ketua PN Sei Rampah Delta Tamtama SH MH, Ketua PA Sei Rampah Abdul Munir SH MH, Kakan Kemenag Sergai Dr H Sarmadan Nur Siregar M.Pd, Ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Sergai H Darwis Rambe, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, unsur Dinas Pendidikan dan masyarakat.

Bupati Sergai, Ir H Soekirman mengucapkan rasa syukur atas kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat izinNya, kehadiran Kajati Sumut yang menambah berkah pada hari ini. Masjid merupakan sebaik-baiknya tempat dimuka bumi ini untuk peribadatan seorang hamba kepada Allah dengan tujuan memurnikan ibadahnya hanya kepada Allah SWT semata.

Ia menyebutkan anggaran pembangunan Masjid Agung Kabupaten Sergai ini berasal dari dana APBD 2019 dengan total nilai pagu Rp 51 milyar,-  dan ini adalah kontribusi dari seluruh masyarakat Kabupaten Sergai, sehingga harapannya nanti Masjid Agung ini dapat kita makmurkan secara bersama-sama.

“Di depan lokasi berdirinya Masjid Agung ini ada pintu ketiga Jalan Tol Medan-Tebingtinggi-Kualanamu (MKTT) yang ada di Kabupaten Sergai, selain pintu di Sei Sejenggi, Sei Bamban serta Rambutan,” katanya.

Ia mengatakan Masjid ini nantinya juga direncanakan dikonsep menjadi semacam rest area yang jika orang keluar dari pintu tol akan melihat pemandangan yang teduh seperti oase yang indah, juga ada taman dan pusat kuliner serta perdagangan muslim seperti halnya Masjid Nabawi di Arab Saudi.
 
“ Setelah selesai pembangunan Masjid yang representatif ini sebagai bentuk perhatian Pemerintah Daerah kepada pengelelolaannya akan dibentuk kelembagaan seperti Imam Masjid, media dakwah, kajian Ilmu Agama, guru Agama yang memiliki sekretariat di masjid ini sehingga benar-benar menjadi pusat peradaban Islam di Kabupaten Sergai,” katanya.

Ia berharap dukungan dari semua pihak termasuk DPRD, mengingat lokasi ini jauh dari penduduk, mungkin perlu difikirkan dibentuk pengelolanya dalam Unit Pelaksana Teknis (UPT) sehingga dapat bertanggung jawab setidaknya untuk lima tahun kedepan seperti halnya masjid-masjid di Aceh yang tertata baik dengan adanya pengelolaan dalam bentuk unit tersebut.
 
(Ril/Jan)


Post a Comment

Blogger Disqus