Ads (728x90)

Dilihat 0 kali


 
BATAM, Realitasnews.com – DPRD Kota Batam menduga pembagian Bazar Sembako murah yang dilakukan oleh Pemko Batam dalam hal ini Dinas Perindustrian (Disperindag) Kota Batam tidak tepat sasaran. 

“ Kami mendapat informasi dari masyarakat tentang pembagian Bazar Sembako murah itu diduga tidak tepat sasaran, bahkan diduga pembagian kupon Bazar Sembako itu dibagikan pihak kelurahan untuk warga yang mendukung salah satu Partai Politik,” kata anggota Komisi I Jurado Siburian saat memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Lurah dan Camat di ruang Serba Guna DPRD Kota Batam, Batam Centre, Batam, Kamis, (4/4/2019).

Anggota Komisi I, Tumbur M Sihaloho yang ikut menghadiri RDPU itu mengatakan dirinya ingin mengklarifikasi apa benar informasi dari masyarakat yang menyebutkan ASN ikut sosialisasi atau berkampanye bersama peserta Pemilu atau Calon Legislatif (Caleg).

Bahkan ia menduga di kecamatan Sei Beduk, Kelurahan Duriangkang ada pembagian Bazar Sembako murah namun yang mendata dari Kelurahan dan ia melihat ada dua Caleg apakah mereka punya wewenang menentukan  siapa yang mendapat dan tidak mendapat kupon Bazar Sembako murah itu.

“ ASN harus netral tapi di lapangan nyatanya diselewengkan, saya coba tanya Sekretaris Kelurahan (Seklur) ia tidak dapat menyelesaikan masalah," terangnya.

Bahkan , katanya, saat pembagian Bazar Sembako murah itu ada paket sembako yang tersisa 150 paket tetapi sembako tersebut dibawa kembali padahal masih banyak masyarakat yang masih menunggu dan tidak mendapat kupon Bazar Sembako tersebut.

Ia menyebutkan untuk mendapatkan kupon Bazar Sembako murah itu diduga harus ada kedekatan dengan Caleg salah satu Partai Politik.

Bahkan Tumbur menyebutkan mendapat informasi ada kupon paket sembako itu yang discaning .

“ Yang menjadi pertanyaan, sanksinya bagaimana dari Camat jika ada kupon yang discaning, kami minta implemantasi di lapangan sesuai dengan kesepakatan dan jangan bermain dengan jabatan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi II, Mesrawati Tampubolon mengatakan MoU antara Pemko Batam dan DPRD Kota Batam sudah jelas disaat pembahasaan dan begitu juga dalam hal pembagian Sembako di Komisi, Badan Anggaran (Banggar), hingga di Paripurna.

Ia menyebutkan mendapat informasi bahwa ada masyarakat saat pengurusan perijinan, oleh pihak Kecamatan dan Lurah meminta harus mendukung partai politik tertentu, ini semua ada data dan rekamanannya 

Selain itu, untuk memperoleh kupon sembako masak harus memberikan KTP padahalkan RT atau Lurah pasti kenal dengan warganya sendiri.
 
Rapat ini juga dihadiri anggota Komisi I DPRD Kota Batam, M Yunus Muda, anggota Komisi II dr. Idawati Nursanti, Camat Sei Beduk, Ghufron, Juru Bicara dari Camat dan Lurah se Kota Batam, Ridwan Afandi.

Camat Sei Beduk Ghufron mengatakan bahwa dirinya belum mendapat laporan dari Seklur permasalahan yang terjadi dilapangan dan soal scaning kupon paket sembako itu.
 
Ia berjanji agar kedepannya pihaknya akan lebih berhati-hati lagi melakukan pembagian Sembako mulai dari memantau dan dengan penuh kehati-hatian.

Hal senada disampaikan oleh juru bicara dari Camat dan Lurah se Kota Batam, Ridwan Afandi mengatakan bahwa pihak Kelurahan dan Kecamatan sifatnya hanya memfasilitasi kebutuhan terkait pelakasaan Pemilu, mulai dari sinkronisasi data, dan pihaknya hanya memfasilitasi.

Ia menyebutkan terkait  pembagian Sembako yang mengurusnya adalah Disperindag Kota Batam, pihaknya  hanya menyiapkan data saja.

“Kepentingan kami disini hanya bagaimana Pemilu 2019 berjalan lancar dan aman," katanya.

Camat Batu Aji ini menyebutkan  terkait pembagian Sembako itu sesuai dengan arahan dari Walikota Batam untuk dibagikan langsung kepada masyarakat dan pihak kami harus memantau pembagian sembako itu agar berjalan dengan aman, lancar dan kondusif.

Sementara itu dilansir www.infokepri.com  Walikota Batam, H.M Rudi.SE saat memantau penyaluran Bazar Sembako murah ini di Lapangan bola volly kelurahan Sei Lekop, Kamis (4/4/2019) mengatakan pembagian Bazar Sembako murah ini untuk meringankan beban masyarakat, selain itu, untuk mencegah terjadinya inflasi di kota Batam.

Satu kupon paket sembako itu dibayar Rp 50 ribu,- dan berisi 1 karung beras dengan berat 5 kilogram, 2 kilogram minyak goreng dan 1 kilogram gula putih. Satu paket sembako itu jika dibandingkan harganya di warung harganya sekitar Rp 150 ribu,,-  (IK/Lian)





Posting Komentar

Blogger Disqus