Ads (728x90)

Dilihat 0 kali




SERGAI, Realitasnews.com – Komite sekolah sejak dahulu telah ada yang intinya bertujuan membantu, memberi masukan dan mengawasi pelaksanaan pendidikan ditempatnya berada. Komite sekolah adalah independen dan tidak diisi oleh orang dinas terkait dan hanya diisi oleh masyarakat dan tokoh agama/masyarakat.

“Saat ini masih banyak komite sekolah yang belum terlalu peduli tentang pendidikan anaknya sehingga jika anaknya salah arah maka yang dipersalahkan adalah guru sebagai pengajar. Hal tersebut kurang tepat dianggap yang menjadi tanggung jawab pendidik sepenuhnya, sebab tanggung jawab inklusif adalah tanggung jawab kita semua termasuk Bupati, DPRD, serta seluruh masyarakat,” kata Bupati Serdang Bedagai (Sergai), Ir H Soekirman saat membuka membuka kegiatan Sosialisasi dan Revitalisasi Peran Komite Sekolah tahun 2019 yang dilaksanakan di Pantai Podok Permai Kecamatan Pantai Cermin. Rabu (10/4/2019).

Dalam membuka sosialisasi itu Bupati Sergai, Ir H Soekirman didampini oleh  Kadis Pendidikan,  Drs Joni Walker Manik MM dan dihadiri oleh jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sergai, Ketua Dewan Pendidikan Sergai,  Agus Marwan SIP beserta jajaran, Ketua Majelis Adat Melayu,  Tengku Ahmad Gelar Pangeran Nara Kelana, perwakilan Polres Sergai, Korwilcam Bidang Pendidikan, Kepala SD/SMP Negeri/Swasta serta Komite Sekolah se-Sergai.

Dalam sambutannya  Bupati Sergai Ir H Soekirman mengucapkan terima kasih kepada Dewan Pendidikan dan jajaran Dinas Pendidikan Sergai dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Juga penghargaan khusus kepada Pangeran Bedagai yang selalu menjadi inspirasi Bupati dalam penerapan pemakaian busana Melayu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sergai.

“ Semoga usaha ini dapat melestarikan seni dan budaya di tanah bertuah negeri beradat ini,” katanya.

Lebih lanjut disampaikan Bupati Soekirman bahwasannya beberapa mata pelajaran tambahan seperti mulok memang perlu kreasi dan inovasi, maka jika memungkinkan dilakukan penggalangan dana asalkan disetujui oleh orang tua siswa, tidak ada unsur paksaan, serta belum ada mata anggaran tersebut tertampung pada Dinas Pendidikan maupun sekolah.

“Saat ini masih banyak komite sekolah yang belum terlalu peduli tentang pendidikan anaknya sehingga jika anaknya salah arah maka yang dipersalahkan adalah guru sebagai pengajar. Hal tersebut kurang tepat dianggap yang menjadi tanggung jawab pendidik sepenuhnya, sebab tanggung jawab inklusif adalah tanggung jawab kita semua termasuk Bupati, DPRD, serta seluruh masyarakat,” katanya.

Soekirman mengajak seluruh yang hadir untuk berkonsentrasi bahwa revitalisasi ini adalah satu untuk semua, semuanya untuk satu yaitu untuk meningkatkan kualitas kependidikan di Kabupaten Sergai. Untuk itu diperlukan kepedulian, persatuan dan kesatuan kita jalin bersama menjaga agar daerah kita ini senantiasa kondusif, aman dan tentram sebab Pancasila adalah harga mati bagi kita semua.

 

Selanjutnya, dalam kesempatan yang sama Ketua Dewan Pendidikan Agus Marwan SIP mengapresiasi atas kehadiran Bupati beserta jajaran dinas pendidikan, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan pada kegiatan sosialisasi dan revitalisasi dalam rangka memperjuangkan kemajuan pendidikan di Sergai.
 
Perlu disampaikan bahwa terkait Permendikbud  nomor 75 Tahun 2016, jelas peraturan ini lahir bukan untuk melemahkan peran Komite sekolah, akan tetapi justru semakin memperkuat peran komite sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Hal tersebut menyangkut aspek belajar mengajar, namun juga memperkuat manajemen dan kepedulian pada lingkungan sekolah apalagi Dinas Pendidikan Sergai baru meluncurkan buku inspirasi berjudul “Gerakan GCL (Green, Clean, Life)”.

Buku ini salah satu karya nyata Dinas Pendidikan Sergai guna mewujudkan apa yang disebut dengan inovasi pendidikan sesuai Visi Kabupaten Sergai yaitu Unggul, Inovatif dan Berkelanjutan.

“Jadi saya kira tepat tahun ini Dinas Pendidikan Sergai mencanangkan menjadi tahun prestasi pendidikan di Kabupaten Sergai. Kami Dewan Pendidikan mendukung penuh program peningkatan pendidikan bidang olah raga, seni, intelegensi seperti OSN, O2SN, Gerappah, serta kegiatan positif lainnya,”

Dinas Pendidikan Sergai bukan hanya NATO (No Action, Talk Only), tetapi dibuktikan dengan nyata. “Kami berharap dapat terus berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan untuk melahirkan inovasi pendidikan guna  generasi yang cemerlang.

Marwan menghimbau, Dewan Pendidikan senantiasa mendorong Dinas Pendidikan Sergai selalu menjadi inspirasi bagi pembangunan pendidikan di Sumut dan Nasional pada umumnya.
 
“Untuk komite sekolah, dihimbau untuk menjalin keharmonisan, kesejukan dan persatuan dengan pihak sekolah dan masyarakat guna mencapai tujuan mencerdaskan bangsa,”

Sementara itu Kadis Pendidikan Drs Joni Walker Manik MM menyampaikan ucapan terimakasih kepada Dewan Pendidikan yang membuat gebrakan dalam mempersatukan gerak komite dan sekolah pada hari ini. Sosialisasi dan Revitalisasi Peran Komite Sekolah melalui Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 ini dilaksanakan selama 1 (satu) hari serta dihadiri oleh seribu lebih peserta yang berasal dari unsur Korwilcam Pendidikan, kepala sekolah SD/SMP Negeri dan Swasta serta komite sekolah se-kabupaten Sergai.
 
Permendikbud nomor  75 Tahun 2016 ini merupakan perubahan atas Kepmendiknas 44/U/2002 tentang Komite Sekolah yang dilatarbelakangi oleh upaya peningkatan mutu layanan sekolah yang selalu terkendala oleh pendanaan. kegiatan ini dilaksanakan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan meningkatkan motivasi kepada seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan agar dapat bersatu dengan komite sekolah dalam rangka berperan aktif mengembangkan sekolah kearah yang lebih baik sebagai bentuk dukungan atas program pemerintah baik tingkat pusat maupun daerah.
 
 (Ril/ Jan)

Posting Komentar

Blogger Disqus