Ads (728x90)


postviews postviews postviews

Dilihat kali



JAKARTA,  -  Pemerintah memberikan informasi terbaru penyebaran virus Corona (COVID-19) di Indonesia. Ini poin-poin penjelasannya.

Informasi ter-update itu disampaikan Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan Wabah Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang ditayangkan BNPB di YouTube, pada Senin 23 Maret 2020.

Ada 579 kasus positif Corona di wilayah RI per hari Senin ini. Pemerintah pun telah melakukan sejumlah langkah penanganan, termasuk mulai membagikan 125 ribu alat rapid test ke seluruh Indonesia.
Berikut poin-poin penjelasan terbaru pemerintah pada 23 Maret 2020:

Positif Corona 579 Kasus
 
Kasus positif virus Corona bertambah. Per 23 Maret 2020, tercatat ada 579 kasus.
 
"Total kasus menjadi 579," ujar Yuri--panggilan karib Achmad Yurianto.
 
Data ini dihimpun hingga pukul 12.00 WIB tadi. Dengan jumlah 579 kasus, berarti ada penambahan 65 kasus positif Corona dari data sebelumnya.
 
"Penambahan kasus baru sebanyak 65 orang," sebut Yuri.

Tidak Main Minum Obat Sendiri
 
Pemerintah meminta mereka yang menduga terinfeksi Corona tidak main minum obat sendiri.
 
"Kebijakan kedua, kita harap masyarakat bisa memahami manakala merasa sakit atau merasa tertular orang lain, maka disarankan menghubungi fasilitas kesehatan mana pun, konsultasikan dengan dokter," kata Yuri.
 
Yuri menyebut orang-orang yang menduga diri terinfeksi Corona tidak perlu panik. Lewat pemeriksaan oleh dokter, bakal ditentukan apakah seseorang dinyatakan mengidap COVID-19 atau tidak.
 
"Jangan buat keputusan sendiri minum suatu obat, suatu kegiatan, yang diyakini bisa menyembuhkan padahal belum terbukti secara ilmiah," jelas Yuri.

"Mari sama-sama rasional, manfaatkan fasilitas yang ada, baik mendatangi langsung dokter atau virtual melalui aplikasi unicorn," sebut Yuri.

Obat Chloroquine Harus Resep Dokter

Pemerintah menegaskan chloroquine merupakan obat yang keras dan penggunaannya harus berdasarkan resep dokter.

Karena itu, masyarakat diimbau tak sembarangan mengkonsumsi obat itu untuk mencegah virus COVID-19.

"Chloroquine adalah obat keras, oleh karena itu penggunaannya sudah barang tentu harus dengan resep dokter dan dalam pengawasan dokter untuk pengawasan dokter di RS. Tidak untuk diminum sendiri di rumah," kata Yuri.

Yuri menjelaskan penggunaan chloroquine dalam penanganan COVID-19 adalah untuk layanan perawatan. Obat itu, kata dia, bukan digunakan sebagai profilaksis atau pencegahan.
 
Karena itu, Yuri meminta masyarakat untuk tak berbondong-bondong membeli chloroquine untuk mencegah COVID-19. Sekali lagi dia menegaskan, obat yang sebelumnya digunakan untuk mengobati malaria itu hanya digunakan berdasarkan resep dokter.

Sebaran 579 Kasus Corona
 
Jumlah kasus positif virus Corona di wilayah Indonesia bertambah menjadi 579 kasus. Penambahan kasus ini tersebar di sejumlah provinsi.
 
Yuri menyampaikan ada tambahan 65 kasus positif Corona yang baru. Data itu dihimpun sampai pukul 12.00 WIB siang ini.
 
"Total kasus menjadi 579 ," kata Yuri.
 
Yuri juga mengumumkan ada tambahan 1 pasien yang sembuh dari Corona. Selain itu, jumlah pasien yang meninggal dunia juga bertambah menjadi 49.
 
Berikut rincian penambahan kasus positif Corona di sejumlah daerah di Indonesia:
Bali: 3 Kasus
Banten: 9 Kasus
DKI Jakarta: 44 Kasus
Jambi: 1 Kasus
Kalimantan Timur: 2 Kasus
Maluku Utara: 1 Kasus
Kepulauan Riau: 1 Kasus
Dalam proses verifikasi di lapangan: 4 Kasus.
 
125 Ribu Rapid Test Dibagikan
 
Sebanyak 125.000 alat rapid test mulai dibagikan ke seluruh wilayah di Indonesia hari ini.
 
"Pemerintah sudah melaksanakan kegiatan screening massal, pemeriksaan dengan menggunakan metode rapid test ditujukan untuk secepatnya melaksanakan pencarian kasus positif di tengah masyarakat. Untuk saat ini ada 125 ribu kit pemeriksaan cepat yang akan kita bagikan ke seluruh Indonesia dan kita mulai bergerak di hari ini," kata Yuri.
 
Yuri menerangkan beberapa hari lalu pihaknya telah melakukan uji coba rapid test. Hasil uji coba menunjukkan beberapa warga yang memiliki kontak dengan pasien positif Corona ikut tertular.

Hasil Rapid Test Lebih Banyak Negatif

Pemerintah sedang melakukan pemeriksaan massal dengan metode rapid test terkait virus Corona. Hasilnya, banyak warga yang dinyatakan negatif Corona.

"Beberapa hari lalu telah dilakukan kegiatan serupa dengan metode sama. Kita dapatkan beberapa hasil positif, meskipun lebih banyak kita temukan hasil negatif dari pemeriksaan screening ini," ucap Yuri.

Meski dinyatakan negatif melalui rapid test, warga tetap diminta waspada. Karena, kata Yuri, rapid tes hanya mengukur kadar antibodi saat ada virus di tubuh. (detik.com)


Posting Komentar

Disqus